KABAR MADURA | Banyaknya fasilitas wisata yang rusak mengakibatkan turunnya kunjungan objek wisata di Pamekasan. Bahkan, objek wisata milik pemerintah harus menghadapi persaingan dengan munculnya sejumlah objek wisata baru yang dimiliki perorangan ataupun desa.
Kondisi itu sebagaimana dinyatakan Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahri, Rabu (7/1/2026).
“Di tahun 2025 ini mengalami penurunan drastis karena banyaknya objek wisata di Pamekasan sehingga menjadi pesaing dari tahun sebelumnya,” ujar Zahri.
Penurunan jumlah wisatawan ini juga disebut karena banyak fasilitas wisata yang rusak. Sementara itu, harus menghadapi kurangnya anggaran untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, direncanakan pengajuan anggaran ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) maupun pemerintah pusat untuk mendanai perbaikannya.
Namun, pada tahun 2026 ini Disporapar Pamekasan memiliki tawaran kunjungan wisata opsional, yakni desa wisata. Dengan begitu, tidak hanya berpangku kepada destinasi wisata yang lama.
Saat ini, Disporapar Pamekasan juga sedang fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata maupun pelayanan kepada pengunjung. Dalam program tersebut, diutamakan pengenalan digital marketing, agar objek wisatanya dapat diakses pengunjung dari luar kota.
“Sekarang kita berada di era digital, artinya kita harus pintar menggunakan sosial media, supaya objek wisata tidak hanya didengar maupun dilihat orang lokal, tapi juga bisa dinikmati para wisatawan dari daerah yang lain,” urai Zahri.
Terkait pengembangan pariwisata, juga sedang dibuka peluang bagi investor swasta maupun individu yang berminat mengelola ataupun mengembangkan wisata di Pamekasan.
“Kami adakan dengan niat membantu dan memberikan yang terbaik bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” pungkas Zahri. (km94/waw)





