KABAR MADURA | Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pamekasan mengakibatkan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) tergenang air, Kamis (8/1/2026). Genangan terjadi saat stadion tersebut menggelar pertandingan Liga 4 antara Persepam Pamekasan melawan AC Majapahit.
Kondisi lapangan yang dipenuhi air mengganggu jalannya pertandingan. Sejumlah titik lapangan terlihat tergenang sehingga bola sulit bergulir dengan normal dan pemain kesulitan mengembangkan permainan. Akibat kondisi tersebut, pertandingan Persepam melawan AC Majapahit harus jeda hingga lebih dari 30 menit.
Ironisnya, stadion yang dikenal sebagai kandang Madura United itu baru saja selesai direnovasi dengan anggaran besar. Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan publik terkait kualitas drainase dan hasil renovasi stadion kebanggaan masyarakat Madura tersebut.
Salah seorang pentolan suporter Madura Bersatu, Achmad Rosyadi, menyayangkan kejadian tersebut. Dia menilai, stadion yang telah direnovasi seharusnya tidak lagi mengalami persoalan klasik seperti genangan air.
“Kalau sudah direnovasi dengan anggaran besar, mestinya persoalan banjir tidak lagi terjadi. Ini menjadi bahan evaluasi serius, terutama soal sistem drainase lapangan,” ujarnya.
Sorotan terhadap kondisi SGMRP Pamekasan sejatinya sudah muncul sebelumnya. Presiden Madura United FC, Prof. Achsanul Qosasi, bahkan sempat menyayangkan kondisi stadion tersebut setelah mendapatkan catatan merah dari Asesor PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1.
“Sangat disayangkan jika stadion (SGMRP Pamekasan, red) ini masih banyak kurangnya,” ujar pria yang akrab disapa AQ itu sebelum SGMRP resmi menjadi homebase Madura United di Super League 2025/2026.
AQ mengungkapkan, hasil risk assessment yang memberikan catatan miring terhadap fasilitas SGMRP Pamekasan seharusnya menjadi tanggung jawab konsultan pengawas pembangunan stadion.
“Siapa yang mengawasi saat proses pembangunan? Ini bukan salah pemda, tapi konsultan pengawas mungkin tidak paham atas tugas dan tanggung jawabnya,” sesalnya.
Dia menambahkan, seandainya konsultan pengawas melakukan diskusi dengan klub pengguna stadion maupun Pengcab PSSI sejak awal, berbagai kekurangan tersebut bisa diminimalisasi.
“Seandainya Konsultan Pengawas tersebut berdiskusi dengan klub pengguna atau Pengcab PSSI, mungkin hal-hal begini tidak akan terjadi,” tukasnya. (nur/zul)






Inilah bukti jika segala sesuatu di korupsi hanya akan merugikan banyak pihak, sdh saatnya koruptor dihukum mati.