KABAR MADURA | Misi melahirkan 1.000 sarjana dari kalangan anak desa yang diinisiasi oleh Rumah Desa Hebat (RDH) sempat diragukan banyak pihak. Program yang dinilai terlalu ambisius itu bahkan pernah diremehkan di awal perjalanannya. Namun, waktu membuktikan sebaliknya.
Hingga saat ini, RDH tercatat telah berhasil mendampingi 625 sarjana anak desa yang berasal dari berbagai wilayah pedesaan. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan geografis bukan penghalang bagi anak desa untuk menempuh pendidikan tinggi.
Program Misi 1.000 Sarjana dirancang untuk memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari bimbingan masuk perguruan tinggi, pendampingan akademik, hingga penguatan karakter dan motivasi belajar. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga keberlanjutan studi para peserta hingga berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.
Penggagas RDH Abu Rizal menyampaikan bahwa capaian 625 sarjana merupakan hasil dari kerja kolektif, konsistensi pendampingan tim, serta kepercayaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang telah memberikan rekomendasi beasiswa bagi anak yang diusulkan oleh RDH. Dia menegaskan, keberhasilan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa anak desa sulit bersaing di dunia pendidikan tinggi.
“Awalnya banyak yang meragukan, bahkan menganggap program ini tidak realistis. Tapi kami mempunyai keyakinan, jika mimpi belum ditertawakan berarti mimpi itu belum besar, dan alhamdulillah saat ini sudah ada 625 calon sarjana yang berasal dari desa,” ujarnya saat memberikan sambutan pada hari jadi ke-7 RDH, Minggu (18/1/2026).
Abu Rizal juga menegaskan, komitmennya untuk terus melanjutkan program tersebut hingga target 1.000 sarjana tercapai. Ke depan, lembaga ini juga berencana memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak guna memperkuat akses pendidikan tinggi bagi anak-anak desa.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang menjadi mitra untuk mewujudkan program ini, dan kami optimis meski ada banyak tantangan target 1000 sarja anak desa akan kami tuntaskan,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Jawa Timur (Jatim) Lia Istifhama yang turut hadir dalam agenda tersebut sangat mengapresiasi terhadap upaya yang dilakukan RDH yang telah turun langsung untuk menciptakan 1000 sarjana bagi anak desa.
“Apa yang dilakukan oleh teman-teman Rumah Desa Hebat ini sangat luar biasa, dan memang saat ini jamannya gen Z, saya sangat mendukung terhadap gerakan-gerakan positif dan saya berharap para penerima beasiswa saat ini di masa depan dapat menjadi orang yang memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu,” ungkapnya. (yan/waw)





