Masih Nihil Kasus Super Flu, Dinkes Pamekasan Tetap Imbau Warga Jaga Kesehatan

Kesehatan, Berita126 views

KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit Super Flu seiring masuknya musim hujan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi kemungkinan masuknya varian baru influenza A subtipe H3N2 atau sering disebut Super Flu, yang kerap muncul pada kondisi cuaca lembap dan dingin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit tersebut. Menurutnya, Super Flu sejatinya merupakan penyakit musiman yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, meski sering kali tidak disadari.

Meski demikian, Avira menegaskan pentingnya menjaga kesehatan diri agar terhindar dari penularan. Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan kasus Super Flu di Kabupaten Pamekasan, baik dari rumah sakit maupun puskesmas setempat.

Baca Juga:  6 Warga Pamekasan Jadi Korban Ledakan Petasan, Satu Alami Amputasi

Namun, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, terdapat 18 orang di Jawa Timur yang telah terkonfirmasi terjangkit Super Flu. Informasi itu diterima pada 7 Januari 2026, sementara perkembangan selanjutnya masih menunggu laporan resmi.

“Sebenarnya untuk mengatasi penyakit ini juga ada vaksinnya di rumah sakit maupun di puskesmas, tapi masih belum digratiskan,” ungkapnya, Senin (19/1/2026).

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Abd Rasyid Fansori, meminta Dinkes Pamekasan agar terus mengoptimalkan penyampaian informasi kepada masyarakat. Dia menilai edukasi yang tepat sangat penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan, mulai dari pola makan hingga imunisasi yang harus tetap diperhatikan.

Baca Juga:  Diversifikasi Lahan, Petani Tembakau Pamekasan Didorong Tanam Bawang Merah

“Penyakit ini merupakan penyakit yang biasa, tidak perlu khawatir. Terpenting, kita bisa menjaga kesehatan kita sendiri,” tuturnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, Super Flu memiliki kemiripan dengan Covid-19, namun tidak sampai menyebabkan kematian. Meski begitu, dia tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan pola hidup sehat sebagai langkah utama pencegahan.

“Langkah yang perlu diambil untuk Super Flu ini, sebenarnya kita tetap harus menjaga kesehatan,” pungkasnya. (km95/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *