Diversifikasi Lahan, Petani Tembakau Pamekasan Didorong Tanam Bawang Merah

Pertanian75 views

KABAR MADURA | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan tengah mengupayakan terobosan baru bagi para petani tembakau di wilayahnya. Melalui program diversifikasi lahan, petani didorong untuk menanam bawang merah di sela sela tanaman tembakau guna memberikan penghasilan tambahan dan meningkatkan kualitas hidup.

Plt. Kepala DKPP Pamekasan, Almara Sugandi, menyampaikan bahwa program percontohan (Demplot) ini akan dilaksanakan di 13 kelompok tani yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan.

Upaya ini merupakan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk mengurangi ketergantungan petani hanya pada satu komoditas saja.

“Harapannya ke depan petani tidak hanya berharap pada tembakau saja. Dengan adanya tambahan dari bawang merah, paling tidak bisa mencukupi kebutuhan konsumsi mereka sendiri atau bahkan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:  Antisipasi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Gelar Latihan Dalmas Awal dan Lanjut

Berdasarkan data tahun 2025, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Pamekasan mencapai 31.498,70 hektar, dengan total produksi sebesar 28.734,30 ton. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Gandi menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, pihak dinas tidak menetapkan target luasan tertentu karena tembakau merupakan tanaman semusim yang realisasinya sangat bergantung pada minat petani dan kondisi cuaca di lapangan.

“Target luasan itu sebenarnya tidak ada. Kami melakukan pencatatan realisasi menyesuaikan dengan apa yang ditanam petani di lapangan. Namun, kami berupaya agar minimal capaiannya sama dengan tahun 2025,” tambahnya.

Terkait dukungan pemerintah, DKPP telah menyiapkan berbagai bantuan, mulai dari bibit hingga sosialisasi melalui sekolah lapang atau sosialisasi. Dalam sekolah lapang tersebut, kelompok tani yang rata-rata beranggotakan 30 orang akan diberikan edukasi mengenai tata cara penanaman dan pengelolaan tembakau yang baik dan benar agar hasil panen memiliki nilai jual yang tinggi.

Baca Juga:  Prof. AQ: Sepak Bola Jadi Ruang Perubahan dan Persatuan Masyarakat Madura

Saat ini, program diversifikasi tersebut sedang dalam tahap peninjauan lahan dan persiapan pengadaan. Meskipun terkendala keterbatasan anggaran, DKPP Pamekasan berkomitmen untuk menerapkan skala prioritas agar bantuan yang diberikan dapat memicu semangat petani lainnya untuk ikut berinovasi dalam mengelola lahan pertanian mereka.

“Fokus kami adalah pembinaan petani agar mereka bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Jika kualitas tanamannya baik, tentu harga jualnya juga akan lebih mahal,” tukasnya. (km96/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *