KABAR MADURA | 182 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Bangkalan yang terjadwal berangkat pada musim haji 2026 dipastikan gagal melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH). Akibatnya, ratusan CJH itu akan dijadwalkan ulang untuk keberangkatan pada tahun berikutnya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bangkalan Arif Rohman menjelaskan, pada tahap pertama pelunasan BIPIH, terdapat 775 CJH yang masuk dalam daftar wajib lunas. Namun hingga batas akhir tahap pertama, hanya sekitar 593 CJH yang berhasil melunasi biaya haji.
Arif mengungkapkan, gagalnya 182 CJH melunasi BIPIH disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya karena kepentingan pekerjaan, kondisi kesehatan, kehamilan, hingga menunggu keberangkatan bersama anggota keluarga.
Oleh sebab itu, CJH yang belum melunasi BIPIH itu akan dijadwalkan ulang pada musim haji berikutnya dan posisinya sementara digantikan oleh CJH cadangan yang tersedia.
Pada tahap kedua pelunasan, Arif menyebut, proses ini memang dikhususkan bagi CJH cadangan. Pihaknya telah memanggil sebanyak 360 CJH cadangan untuk melakukan pelunasan BIPIH. Namun dari jumlah itu, hanya sekitar 150-an CJH yang bersedia melunasi.
Menurutnya, sebagian besar CJH cadangan memilih tidak melunasi BIPIH karena belum adanya kepastian keberangkatan pada tahun berjalan, meskipun biaya telah dibayarkan. Selain itu, kekhawatiran berangkat dengan kelompok terbang (kloter) yang berbeda dari rombongan asal juga menjadi pertimbangan.
“Untuk angka pasti CJH tahun ini yang dari Bangkalan masih belum dapat diketahui, karena CJH cadangan yang sudah lunas BIPIH yang sekitar 150 orang itu bisa saja tidak diberangkatkan semua,” jelasnya, Selasa (27/1/2026). (km95/zul)





