Dugaan Susu MBG Berulat di SDN Sentol 2, SPPG Kemala Bhayangkari Angkat Bicara

KABAR MADURA | Video yang memperlihatkan dugaan adanya ulat atau cacing dalam menu susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sentol 2, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, beberapa hari terakhir viral di media sosial.

Dalam video yang berdurasi satu menit enam detik itu, perekam menunjukkan kondisi susu yang tampak berisi benda menyerupai cacing dan diduga telah basi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Moh. Ilham Efendy mengatakan, temuan dalam video itu belum dapat dipastikan berasal dari susu. Pasalnya, rekaman diambil ketika cairan susu sudah berada di lantai.

Dia menjelaskan, pihaknya menerima laporan kejadian pada 14 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB melalui video yang beredar di grup sekolah. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung turun ke lokasi dengan membawa susu pengganti.

“Saya tanyakan terkait kejadian itu, apakah masih ada ulat atau bungkus susu yang ada di video tersebut. Ternyata sudah tidak ada jejak, entah itu bungkus atau cairannya sudah tidak ada,” ujarnya kepada Kabar Madura, Jumat (17/4/2026).

Setelah dilakukan konfirmasi, katanya, kemasan susu itu tidak menunjukkan adanya kerusakan. Artinya, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada bungkusnya. Pada susu yang sudah basi umumnya kemasan akan tampak mengembung, segel rusak, atau menunjukkan perubahan lainnya.

“Kalau misalkan susu itu basi, biasanya kemasannya kembung, segel rusak, dan lainnya. Tapi di situ, semuanya dalam keadaan aman,” tambahnya.

Terkait asal mula kemunculan ulat atau cacing seperti yang terlihat dalam video, Ilham menyebut, hingga kini belum dapat dipastikan apakah berasal dari susu atau muncul dari lantai. Hal itu karena rekaman baru dibuat setelah susu sudah berada di lantai.

“Tadi ada rapat lanjutan juga, dari pengawas korwil, danramil, dan camat. Setelah ditelusuri, ketika ditanya ke anak-anak (siswa), mereka saling lempar terkait siapa yang benar-benar awal mula menemukan ulat atau cacing tersebut. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang menuangkan susu itu,” jelasnya.

Baca Juga:  14 Tahun Kabar Madura: Tangguh Menghadapi Tantangan, Terus Bertumbuh Bersama Masyarakat

Dia menegaskan, tidak ada laporan maupun keluhan kesehatan dari siswa lain yang mengonsumsi susu MBG pada hari tersebut. Ilham juga memastikan distribusi susu dilakukan tanpa proses penyimpanan di dapur.

“Total ada 27 sekolah penerima manfaat, dan tidak ada keluhan apa-apa dari mereka. Susu di kami juga tidak pernah distok. Sebanyak 68 karton yang datang langsung terdistribusi habis di hari yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Sekolah SDN Sentol 2 Adi Sucipto menyampaikan, produk susu MBG yang didistribusikan saat kejadian masih jauh dari masa kedaluwarsa. Pihak sekolah juga telah melakukan pengecekan terhadap tiga kotak susu lain dari merek yang sama, dan tidak ditemukan benda menyerupai cacing seperti dalam video yang beredar.

“Kondisi siswa, tidak ada satu pun siswa yang terdampak keracunan akibat distribusi susu tersebut,” jelasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *