Angin Puting Beliung Terjang Karduluk Sumenep, Ratusan Rumah dan Musala Rusak

Peristiwa94 views

KABAR MADURA | Bencana angin puting beliung yang melanda Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Minggu (1/2/2026). Kondisi itu menyebabkan kerusakan cukup parah.

Berdasarkan data sementara hasil pendataan di lapangan, sebanyak 154 rumah warga dilaporkan terdampak akibat terjangan angin kencang tersebut.

Kepala Desa Karduluk, Ahmad Faruq, mengatakan bahwa bencana terjadi secara tiba-tiba dan membuat warga panik. Puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari atap beterbangan hingga bangunan porak poranda. Selain rumah, sejumlah sepeda motor milik warga juga rusak akibat tersapu angin.

“Data sementara yang masuk hingga hari ini ada 174 rumah dan 2 musala yang terdampak. Sebagian besar rusak di bagian atap, namun ada juga yang mengalami kerusakan cukup berat,” ujar Ahmad Faruq saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Baca Juga:  Sambut HUT ke-14, Kabar Madura Usung Tema "Tangguh Bertumbuh" dengan Menggelar Jalan Sehat hingga Beragam Kegiatan 

Pascakejadian, warga sempat berlarian dan berteriak histeris menyelamatkan diri. Hingga kini, sebagian warga masih mengalami trauma dan memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga yang dianggap lebih aman.

“Ada warga yang belum berani kembali ke rumah karena masih trauma. Tapi sebagian sudah mulai membersihkan puing-puing rumahnya secara gotong royong,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep, Ach. Laily Maulidi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan kejadian dan menyalurkan bantuan darurat tahap awal kepada warga terdampak.

“Untuk bantuan sementara yang kami salurkan saat ini berupa matras, selimut, bantuan sosial sembako, serta habis untuk kebutuhan dasar warga,” jelas Ach. Laily Maulidi.

Baca Juga:  Pria di Bangkalan Meninggal saat Antar Istri ke Pasar, Keluarga Menolak Diautopsi

Dia menegaskan bahwa BPBD bersama instansi terkait masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga terdampak bencana.

“Pendataan masih terus kami lakukan. Selanjutnya akan kami laporkan untuk penanganan lanjutan sesuai dengan hasil asesmen di lapangan,” pungkasnya. (ara/waw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *