KABAR MADURA | Ambruknya teras bagian selatan Pasar 17 Agustus Pamekasan pada Minggu malam (24/5/2026) menjadi sorotan. Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh dimakan usia.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pasar 17 Agustus Pamekasan, Ismail, mengatakan bahwa bagian yang ambruk bukan los pedagang, melainkan teras pasar yang material kayunya sudah lapuk.
“Sebetulnya bukan roboh, tapi karena dimakan usia. Dan yang ambruk bukan los, melainkan hanya terasnya saja,” ungkapnya, Rabu (26/5/2026).
Sejumlah los di kawasan pasar tersebut memang sudah tergolong tua dan masih ditempati para pedagang hingga saat ini. Kondisi kayu penyangga yang mulai rapuh diduga menjadi penyebab utama ambruknya teras pasar tersebut.
Beruntung, kejadian yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa karena pasar sudah dalam kondisi sepi. Namun, kerugian akibat insiden tersebut masih belum dapat dipastikan.
Untuk mengantisipasi kerusakan meluas ke bangunan lain, pihak pengelola pasar telah melakukan penanganan sementara dengan memasang penyangga di area sekitar bangunan yang rawan.
“Untuk sementara ini saya masih menunggu arahan pimpinan. Tetapi, sebagai antisipasi agar tidak merembet ke bangunan lain, kemarin sudah dipasang penyangga,” tambahnya.
Ismail juga mengimbau para pedagang dan pengunjung agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di area pasar, terutama di lokasi bangunan yang sudah tua dan mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
“Sudah dibenahi dengan diberi penyangga agar tidak merembet ke yang lain. Namun, para pedagang dan pembeli tetap harus berhati-hati karena los dan material bangunan memang sudah mulai tua,” tutupnya. (km96/waw)





