KABAR MADURA | PT Pegadaian resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Madura (Unira) melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung khidmat di Aula Laboratorium Bersama Unira, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar literasi keuangan dan investasi bertajuk “Mencetak Sultan Muda dari Madura”.
Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Madura, Anwar Hidayat, yang juga merupakan alumni berprestasi Unira angkatan 2007, bersama Rektor Unira, Dr. H. Gazali.
Dalam pemaparannya, Anwar menyampaikan capaian kinerja perusahaan yang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp8,34 triliun pada 2025. Dia juga menjelaskan transformasi Pegadaian yang kini resmi ditunjuk sebagai Bank Emas Indonesia (Bullion Service Bank).
Anwar turut mengajak civitas akademika untuk mulai berinvestasi melalui aplikasi Tring, sebuah superapp yang memungkinkan masyarakat menabung emas mulai dari Rp10.000.
“Kami ingin mengajak adik-adik mahasiswa menyiapkan masa depan. Tabungan emas adalah aset riil. Saat ini, saldo emas yang tersimpan di vaulting kami telah mencapai 83 ton,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan mahasiswa, PT Pegadaian juga menawarkan Program Magenta, yakni program magang bersertifikat bagi mahasiswa dan fresh graduate dengan insentif harian sebesar Rp100.000.
Selain itu, Pegadaian membuka peluang pembangunan fasilitas kampus seperti The Gade Lounge Syariah yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang diskusi, belajar, hingga podcast mahasiswa.
Sementara itu, Rektor Unira, Dr. H. Gazali, menegaskan bahwa kerja sama ini harus bersifat produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Dia juga mengapresiasi kehadiran kembali Anwar Hidayat ke kampus sebagai sosok alumni sukses, atau dalam istilah Madura dikenal sebagai teddhi oreng.
“Kerja sama ini harus berdampak nyata. Bukan hanya tertulis, tetapi diaplikasikan dalam bentuk magang, penelitian yang berdampak, hingga pengembangan fasilitas kampus,” ujarnya.
Dr. Gazali juga menyampaikan pesan kepada generasi muda Madura terkait filosofi kesuksesan yang ia sebut sebagai cara menjadi “Sultan Madura”. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya diukur dari kekayaan, tetapi juga dari kemanfaatan.
“Menjadi Sultan Madura berarti mengamalkan etos kerja keras dan kejujuran. Orang Madura memiliki prinsip dan semangat pantang menyerah. Sukses itu harus dilandasi kejujuran, karena bagi kita, ketidakjujuran adalah aib,” paparnya. (km96/zul)





