Jalur Prestasi Perkuat Peluang Masuk SMP Favorit di SPMB 2026

KABAR MADURA | Di tengah dominasi sistem domisili dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), jalur prestasi mulai menjadi perhatian para orang tua siswa, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Meski tidak bersifat wajib, indikator kemampuan akademik melalui tes justru banyak dimanfaatkan sebagai strategi untuk meningkatkan peluang diterima di sekolah tujuan.

Berbeda dengan jenjang sekolah dasar (SD) yang masih menggunakan sistem pendaftaran manual, proses SPMB SMP kini telah berbasis digital melalui aplikasi e-SPMB. Sistem ini membuat proses seleksi lebih terstruktur, termasuk dalam mengakomodasi jalur prestasi sebagai salah satu pertimbangan tambahan.

Dari sisi regulasi, daya tampung kelas tidak jauh berbeda, yakni maksimal 28 siswa untuk SD dan 32 siswa untuk SMP. Namun, selain jalur domisili, jalur prestasi kini menjadi pintu masuk alternatif yang dinilai lebih kompetitif dibanding hanya mengandalkan faktor kedekatan tempat tinggal.

Baca Juga:  Dorong Peningkatan IPM, Bangkalan Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD).Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Ali Yusri Purwanto menilai kebijakan ini sebagai langkah positif, terutama bagi calon siswa yang jarak rumahnya tidak terlalu dekat dengan sekolah tujuan.

Dia juga menegaskan, jalur prestasi hanya berlaku untuk jenjang SMP, sementara SD tetap menggunakan sistem domisili.

“Tes memang tidak wajib, tapi justru banyak yang ikut karena dianggap bisa menambah peluang. Apalagi kalau zonasi atau domisili tidak terlalu kuat,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Dalam praktiknya, sistem domisili tetap menjadi dasar seleksi melalui pengiriman titik koordinat rumah oleh wali murid yang kemudian diverifikasi pihak sekolah. Namun, ketika terjadi persaingan ketat, hasil tes akademik kerap menjadi pembeda yang signifikan.

Baca Juga:  Lahan SR di Bangkalan Mulai Diratakan, Pembangunan Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir masyarakat. Jika sebelumnya penerimaan siswa lebih bergantung pada faktor lokasi, kini aspek prestasi mulai kembali mendapat ruang. Orang tua tidak lagi sepenuhnya mengandalkan kedekatan geografis, tetapi juga mendorong kesiapan akademik anak.

“Peluang untuk masuk di sekolah tujuan, meski terkendala jarak geografis tentu semakin terbuka dengan adanya jalur prestasi ini,” ungkapnya.

Meningkatnya minat terhadap jalur prestasi menunjukkan dinamika baru dalam sistem SPMB tahun ini, yang tidak hanya menitikberatkan pada pemerataan akses berbasis domisili, tetapi juga membuka ruang kompetisi berbasis kemampuan akademik. (fik/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *