Mekanisme Berbeda, SRMP Pamekasan Jaring Siswa Lewat Asesmen dan Penjangkauan

KABAR MADURA | Kuota siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan pada tahun ajaran 2026 ditetapkan sebanyak 50 siswa atau dua rombongan belajar (rombel). Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses penerimaan tidak dilakukan melalui sistem pendaftaran, melainkan menggunakan mekanisme penjangkauan langsung.

Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti menjelaskan, penentuan calon siswa dilakukan melalui asesmen oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Proses ini menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu, terutama yang berada pada kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Di Sekolah Rakyat tidak ada SPMB. Tapi istilahnya penjangkauan. Karena sekolah ini untuk yang berada di desil 1. Jika di desil 1 tidak memenuhi kuota, maka akan dilakukan penysirian ke desil 2,” ujar kepada Kabar Madura, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:  Operasional APHT Ditarget Rampung Akhir 2026, Pengurus Koperasi Masih Diproses

Aisyah menambahkan, jumlah kuota yang tersedia disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang ada saat ini. Meski diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang putus sekolah, pihak sekolah tetap memberikan kebebasan kepada keluarga untuk memutuskan, tanpa adanya unsur paksaan.

Dalam pelaksanaannya, pendamping PKH akan melakukan asesmen langsung ke rumah calon siswa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian kondisi sekaligus menjalin koordinasi dengan pihak keluarga.

“Harapan kami, ke depan tetap bersinergi dengan pemerintah. Dan harapan besar juga, semoga lahan permanen SRMP bisa cepat dapat. Sehingga di tahun depan, mungkin kita sudah bisa bermigrasi ke gedung permanen,” imbuhnya.

Baca Juga:  Harga Plastik Melonjak, Pedagang Ikan Pamekasan Pilih Naikkan Harga Jual

Sementara itu, Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Pamekasan Lukman Hakim menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari kementerian terkait mekanisme asesmen calon siswa sekolah rakyat (SR) tahun ini.

“Jika berkaca ke tahun sebelumnya, proses asesmen kita mulai di bulan Mei. Tahun ini, kita masih menunggu arahan dari Kemensos,” jelasnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *