KABAR MADURA | Semangat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender terus bergema hingga ke level pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini ditunjukkan oleh Duta Kampus Universitas Madura (Unira) melalui aksi kolaborasi seni di Yayasan Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid, Panglegur, Pamekasan, Selasa (21/4/2026).
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari anak-anak kategori kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) tampak antusias memadati lokasi kegiatan. Dengan mengenakan kebaya tradisional, para pengurus Duta Kampus Unira hadir mendampingi langsung para peserta yang asyik menggoreskan warna di atas kertas gambar mereka.
Winner Duta Kampus Unira, Umar Faruq S, menyampaikan bahwa pemilihan lomba mewarnai ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, seni merupakan media yang paling efektif untuk memperkenalkan sosok pahlawan kepada anak-anak sejak dini.
“Kami memilih lomba mewarnai untuk jenjang TK dan PAUD agar mereka bisa meneruskan perjuangan Ibu Kartini melalui kreasi seni. Nilai utama yang ingin kami tanamkan adalah agar anak-anak tetap ingat pada perjuangan beliau dalam mempertahankan kesetaraan gender,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Umar juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan secara gratis, yang mana tidak hanya tertuju kepada para siswa, tetapi juga menjadi sarana yang baik bagi Duta Kampus Unira untuk melakukan branding kampus ke lingkungan sekitar. Kehadiran para ibu yang mendampingi anak-anaknya menjadi kesempatan bagi Unira untuk lebih dekat dengan masyarakat luas.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta. Tak hanya memperebutkan piala dan bingkisan untuk para juara, panitia juga memastikan seluruh peserta mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi aktif dari seluruh jajaran Duta Kampus Unira yang masih menjabat. Sukses dengan agenda Hari Kartini, Umar Faruq membocorkan bahwa pihaknya telah menyiapkan agenda besar berikutnya.
“Setelah ini, kami memiliki agenda kolaborasi dengan Duta Potra Potre Batik Pamekasan. Ini akan menjadi langkah kami selanjutnya dalam mempromosikan potensi daerah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sosok Kartini tidak hanya dikenal sebagai nama pahlawan, tetapi semangat kemandirian dan kreativitasnya benar-benar meresap ke dalam jiwa generasi penerus di Pamekasan.
“Kami mengenalkan perjuangan Kartini melalui gambar biar tetap ingat pada perjuangan beliau yang mempertahankan kesetaraan gender” tukasnya. (km96/waw)





