KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan melakukan uji laboratorium terhadap sampel susu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari, Kecamatan Pademawu.
Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan dari pihak SDN Sentol 2 sebagai salah satu sasaran penerima. Dalam laporan itu, ditemukan dugaan kontaminasi pada susu kemasan yang dibagikan kepada siswa.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pamekasan Ahmad Syamlan menyampaikan, sampel susu telah dikirim untuk diuji secara menyeluruh guna memastikan kandungan di dalamnya.
“Uji laboratorium dilakukan setelah kami mendapat laporan. Untuk hasilnya saat ini belum keluar. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (21/4/2026).
Sebelumnya, dugaan susu MBG berulat mencuat setelah beredarnya video berdurasi sekitar satu menit enam detik pada Selasa (14/4/2026). Dalam rekaman tersebut, terlihat cairan susu yang sudah berada di lantai dengan benda yang tampak menyerupai ulat atau cacing.
Sementara itu, Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Moh. Ilham Efendy menyatakan bahwa temuan dalam video tersebut belum bisa dipastikan berasal dari susu. Dia menegaskan, rekaman diambil saat cairan sudah berada di lantai.
“Total ada 27 sekolah penerima manfaat, dan tidak ada keluhan apa-apa dari mereka. Kami juga telah melakukan pengajuan uji laboratorium terkait sampel susu,” ungkapnya. (nur/zul)





