KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan tengah menelusuri meninggalnya seorang ibu hamil yang diduga kibat pendarahan saat proses persalinan di salah satu praktik bidan mandiri (PBM) di Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan.
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut pada 18 April 2026. Saat ini, proses penelusuran masih berlangsung dan akan dilanjutkan dengan pembahasan bersama pihak-pihak terkait.
“Laporan masuk ke kami 18 April. Masih ditelusuri, akan ada pembahasan terkait,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (21/4/2026).
Terkait kemungkinan adanya penindakan, dr. Saifudin menegaskan akan menyesuaikan langkah berdasarkan hasil temuan di lapangan serta mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Sudah ada ketentuannya, akan kami terapkan sesuai temuan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili menilai kasus kematian ibu dan bayi harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah guna menekan angka kejadian setiap tahunnya. Dia menekankan pentingnya pelaksanaan tindakan medis yang sesuai standar, terutama dalam proses persalinan.
Menurutnya, layanan persalinan harus didukung kelengkapan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, serta tenaga kesehatan yang bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Sebab itu, pengawasan terhadap fasilitas kesehatan, termasuk praktik bidan mandiri, perlu diperkuat.
“Kita perlu melakukan upaya-upaya serius untuk menekan kasus kematian ibu dan bayi ini. Kami akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan faskes, kira-kira strategi apa yang harus lakukan,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut. (nur/zul)





