KABAR MADURA | Warga Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Bangkalan, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan muda yang ditemukan terkapar dalam kondisi bersimbah darah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (22/4/2026). Dari video yang beredar, saat ditemukan korban mengalami sejumlah luka di bagian perut, pangkal paha, hingga leher yang diduga akibat sabetan senjata tajam.
Salah satu warga sekitar, Elin, mengatakan korban ditemukan tergeletak di sebuah jalan di Desa Lombang Dajah, tepatnya di jalur Gledek Celleng menuju Kampao Ko’olan, Kecamatan Blega.
“Korban memang diikuti, pelaku pakai topeng, wajahnya tidak terlihat dan saat itu listrik padam. Kemudian saat listrik kembali normal sudah ditemukan korban di lokasi,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan rumor yang berkembang di masyarakat, kata Elin, peristiwa itu diduga dipicu persoalan asmara. Korban merupakan warga Kabupaten Sampang yang berstatus sebagai istri dari terduga pelaku, yakni seorang pria asal Desa Kelbung, Kecamatan Galis. Sementara itu, seorang pria lain dari Desa Gedungan, Kecamatan Blega, juga diduga memiliki keterkaitan sebagai orang ketiga dalam hubungan tersebut.
Lebih lanjut, Elin juga menyebut, korban bersama pria yang diduga selingkuhannya sempat dibuntuti. Namun nahas, korban lebih dulu terkejar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara pria yang diduga selingkuhannya melarikan diri ke arah timur saat kejadian.
“Memang perempuan itu dibawa sebelumnya oleh terduga selingkuhannya, dan malam itu memang dibuntuti hingga di jalan yang memang gelap dan sepi korban sudah ditemukan dalam keadaan seperti itu,” jelasnya.
Sementara itu, Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Imtama membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait detail peristiwa itu.
“Dari laporan warga memang betul ada kejadian tersebut, sementara terkait identitas belum diketahui karena masih dalam proses penyelidikan. Kejadiannya diduga sebagai tindak pidana kekerasan,” ungkapnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tragis itu. Sedangkan jenazah korban masih disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu. (fik/zul)





