KABAR MADURA | Penderita mag tetap bisa menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Namun dalam realisasinya, harus memperhatikan pola makan, baik ketika sahur atupun saat berbuka puasa.
Plt. Direktur RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengatakan, bagi penderita mag yang ingin berpuasa perlu memperhatikan kondisi lambung masing-masing.
“Penderita mag sebaiknya menghindari makanan yang terlalu pedas, baik saat sahur maupun saat berbuka puasa,” terangnya kepada Kabar Madura.
Dia menjelaskan, mag pada dasarnya terjadi lantaran ada peningkatan produksi asam lambung. Oleh karena itu, penderita disarankan mengonsumsi obat yang dapat menekan produksi asam lambung agar keluhan tidak muncul saat berpuasa.
Meski demikian, pihaknya menegaskan, tidak semua penderita mag dapat berpuasa sepanjang bulan Ramadan. Hal tersebut bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit yang dialami.
Pihaknya mengimbau, masyarakat yang memiliki riwayat mag berat untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan menjalankan puasa, agar kondisi kesehatan tetap terjaga selama Ramadan.
“Kalau dinding lambungnya sudah mengalami luka, tidak apa-apa jika tidak berpuasa. Karena perutnya tidak boleh dalam keadaan kosong,” ungkap pria yang akrab disapa dr. Yayak itu. (nur/zul)





