Stok Pangan Aman, Bulog Madura Perkuat Distribusi Beras dan Minyak Goreng

Ekonomi49 views

KABAR MADURA | Perum Bulog Kantor Cabang Madura memastikan ketersediaan stok bahan pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di empat kabupaten di Madura. 

Meski masa panen raya mulai memasuki fase akhir, Bulog terus melakukan penebalan stok guna menjaga stabilitas harga di pasar.

Pimpinan Cabang Bulog Madura, Ahmad Rofii, menyatakan bahwa saat ini kondisi harga pangan di tingkat masyarakat relatif stabil. Untuk menjaga masalah tersebut, pihaknya rutin mendistribusikan komoditas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Stok alhamdulillah aman. Kami juga terus melakukan penyerapan hasil panen, meskipun saat ini sudah mulai menipis. Koordinasi dilakukan di wilayah-wilayah potensi panen seperti Bangkalan dan Sumenep,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Rofii juga mengatakan bahwa di tingkat konsumsi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), Bulog Madura mengeluarkan rata-rata 100 hingga 150 ton per bulan pada masa panen seperti saat ini. Namun, angka tersebut diprediksi akan melonjak hingga 400-500 ton saat mendekati puncak keramaian di akhir tahun. 

Baca Juga:  Tradisi Balap Liar dan Tanggung Jawab Otoritas Sosial: Puasa di Persimpangan Nilai dan Anomi Sosial

Tidak hanya menyasar pasar tradisional, Bulog Madura kini mulai merambah ke sektor retail modern untuk distribusi beras premium. 

“Kami sudah menggandeng toko binaan seperti SRC, Basmalah, hingga minimarket jejaring nasional seperti Indomaret dan Alfamart untuk pemasaran beras premium. Untuk pasar tradisional, penyaluran beras SPHP tetap menjadi prioritas kami,” tambahnya.

Selain beras, komoditas minyak goreng juga menjadi perhatian serius. Bulog telah menyusun jadwal rutin distribusi ke pasar-pasar strategis, salah satunya Pasar Kolpajung.

“Untuk minyak goreng, kami ada jadwal rutin dropping ke pasar. Di satu titik seperti Pasar Kolpajung, kami menyalurkan hampir 2.500 liter setiap minggunya. Penyaluran ini dilakukan secara bergilir di empat kabupaten di Madura untuk memastikan seluruh wilayah terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga:  Aspal 170 Meter Jalan Rusak, Owner CV Ayunda: Ngambri Berkah Ramadan!

Mengenai intervensi harga ke tingkat kecamatan, Rofii menegaskan bahwa Bulog selalu bersinergi dengan dinas dan tim pengendali inflasi daerah (TPID). Jika ditemukan adanya gejolak harga di lapangan, Bulog siap melakukan operasi pasar sesuai permintaan dari dinas perdagangan atau dinas pertanian.

Hingga saat ini, Bulog Madura terus melakukan perawatan rutin terhadap stok beras yang tersimpan di gudang-gudang penyimpanan baik di Sumenep, Pamekasan, maupun Sampang guna memastikan kualitas beras tetap terjaga hingga ke tangan masyarakat.

“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Sinergi dengan stakeholder sangat penting, terutama saat momen-momen krusial seperti hari besar keagamaan atau saat terjadi kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat konsumen,” pungkasnya. (km96/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *