Teras bagian selatan Pasar 17 Agustus Pamekasan ambruk diduga akibat material kayu yang sudah lapuk dimakan usia. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pasar Tradisional
PAD Pasar Pamekasan Tumbuh di Triwulan I 2026, Retribusi Pelataran Jadi Penyumbang Terbesar
Disperindag Pamekasan mencatat peningkatan PAD dari retribusi pasar pada triwulan I 2026. Sektor pelataran menyumbang terbesar, disusul los dan kios.
Stok Pangan Aman, Bulog Madura Perkuat Distribusi Beras dan Minyak Goreng
Bulog Madura memastikan stok pangan aman dengan distribusi beras dan minyak goreng yang diperkuat untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Harga Minyakita di Pamekasan Melonjak dan Langka: Warga Dipaksa Beli di Atas HET
Harga Minyakita di Pamekasan tembus Rp25.000 per liter dan mulai langka di pasar tradisional. Distribusi tak merata jadi penyebab, warga terpaksa beli di atas HET.
Warga Sumenep Mengeluh Harga Sembako Naik, Pemkab Klaim Intensifkan Sidak Pasar
Harga sembako di Sumenep kembali naik. Warga mengeluh terbebani, sementara Pemkab mengaku telah lakukan sidak pasar untuk menjaga stabilitas harga.
Warga Keluhkan Harga Minyak Naik dan Gas Elpiji Langka, Diskop Umdag Bangkalan Klaim Stabil
Warga Bangkalan mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dan kelangkaan gas elpiji 3 kg. Namun, hasil sidak Diskop Umdag menyatakan stok dan harga masih stabil.
Mayoritas Pasar di Pamekasan Buang Limbah di Selokan, Tidak Punya IPAL
“Karena mungkin keterbatasan anggaran juga, apalagi sekarang ada efisiensi,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi, Kamis (27/2/2025) terkait belum ada kelengkapan IPAL di semua pasar.
Seluruh Pasar Tradisional di Sumenep Tidak Penuhi SNI
Pemeliharaan fasilitas fisik terus dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep, namun hingga tahun ini pasar tradisional dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) masih tetap nihil.
11 Pasar Tradisional di Sumenep Terdeteksi Mati Suri
Banyaknya pasar tradisional yang tidak aktif di Sumenep menjadi evaluasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep.
11 Pasar Tradisional di Sumenep Mati karena Tidak Terurus
Sebanyak 11 pasar tradisional di Sumenep tercatat tidak aktif. Kondisi itu terjadi lantaran tidak yang mengurus serta kekurangan petugas. Akibatnya, hal itu cukup mempengaruhi perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar.
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















