Cak Imin, PKB, dan Gaya Politik Ra Baddrut

Opini264 views

Oleh: Mohammad Suhaidi, Dosen Universitas PGRI Sumenep & Anggota Dewan Pakar PC PERGUNU Sumenep.

“Setiap masa ada orangnya. Setiap orang ada masanya. Dan, setiap rezim kekuasaan, selalu ada Cak Imin-nya”. Ungkapan ini, mungkin hanya sekadar guyonan sederhana tentang Cak Imin. Sosok politisi unik yang lahir dari rahim Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebuah ungkapan yang sebenarnya, ada benarnya.

Memang faktanya, politisi bernama lengkah Muhaimin Iskandar itu selalu hadir menjadi bagian penting dalam setiap rezim kekuasaan di Indonesia. Seakan politik Cak Imin tidak pernah mati. Sulit untuk ditenggelamkan. Cak Imin kerapkali hadir menjadi pendekar politik yang kesaktiannya sulit dibaca lawan. Cak Imin punya gaya politik yang relatif melampaui para politisi yang lain.

Politisi sejati tidak pernah mati. Ia akan selalu hidup dan menjadi pemain penting dalam setiap momentum politik, termasuk momentum politik yang paling krusial sekali pun. Politisi sejati ibarat “Wiro Sableng” yang selalu mampu memainkan ritme pertarungan dengan baik. Cak Imin telah memenuhi itu semua.

Eksistensi politik Cak Imin begitu nyata menjadi bagian penting dalam laboratorium politik nusantara. Harus diakui, kejayaan PKB sampai hari ini adalah hasil kreasi politiknya yang sangat mumtaz. Tentu saja Cak Imin tidak sendirian membangkitkan kejayaan PKB. Ia mampu meracik potensi-potensi lain di luar dirinya menjadi kekuatan besar untuk menopang pikiran-pikiran besar politiknya. Cak Imin menjadikan PKB–pada sisi yang lain–sebagai pabrik pengkaderan yang mampu memproduksi politisi-politisi andal sekaligus sebagai aset politik di masa-masa yang akan datang.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Salah satu potensi besar itu, keberadaan politisi muda asal Madura, Baddrut Tamam (atau yang dikenal dengan panggilan Ra Baddrut). Ia masyhur sebagai politisi dalam usia yang relatif sangat muda. Ra Baddrut dapat dianggap sebagai representasi kalangan muda agresif yang mampu menghadirkan pikiran dan gerakan politik begitu cepat dan dahsyat. Laju politiknya begitu tidak terbendung dan penuh dengan perhitungan yang tepat dan pas. Politisi hebat adalah ia yang mampu meramal setiap langkah politiknya dengan cermat dan tetap sasaran. Ra Baddrut telah melakukan itu sejak awal. Prediksi, kalkulasi dan aksi diracik dengan sangat sahih dan lincah.

Argumen itu setidaknya didasarkan pada rekam jejak politik Ra Baddrut yang begitu taktis. Ia memilih jalur politik praktis dengan mempertaruhkan nama besarnya sebagai Pengurus Kordinator Cabang Propinsi Jawa Timur. Sebab, saat Ra Baddrut memilih mendaftarkan diri sebagai calon legislatif untuk DPRD Jawa Timur, ia masih dalam posisi mendapatkan kepercayaan memimpin organisasi kepemudaan PMII Jawa Timur. Tetapi, hanya dengan modal besar “keberanian” dan keyakinan, ia harus melakukan perjuangan berat mendapatkan kursi di DPRD Jawa Timur.

Baca Juga:  Resmi Pimpin PKB Sumenep, KH Kamalil Irsyad Siap Perkuat Aspirasi dan Pelayanan Masyarakat

Ingat, saat itu, Ra Baddrut masih sebagai aktivis pergerakan mahasiswa yang hidupnya masih penuh keterbatasan “finansial”. Sementara, logika politik selalu berbicara dengan lantang bahwa untuk menang dalam sebuah pergulatan politik, modal finansial tidak bisa dinafikan.

Saya yakin, saat itu, Ra Baddrut masih dalam posisi sebagai politisi pemula yang “dhoif” secara finansial. Hanya sosok politisi hebat yang bisa melewati tantangan seperti ini dengan mudah, karena terbukti Ra Baddrut mampu meraih kursi DPRD Jawa Timur melalui PKB dari Dapil Madura. Padahal, sejumlah figur politisi dengan modal yang cukup dan “ghaniyun” secara finansial dan pengalaman, juga menjadi kompetitor menakutkan bagi Ra Baddrut saat itu.

Mungkin saja, saat memilih sebagai caleg, semua orang sepakat, Ra Baddrut hanya akan menjadi sosok pelengkap dalam proses politik Pileg. Karena ia datang, dalam kondisi memang tidak meyakinkan di antara para raksasa politik yang sudah siap menerkamnya.

Keberhasilan Ra Baddrut meraih kursi DPRD Jawa Timur, pada hakikatnya menjadi pembuktian tentang kemampuan politiknya yang cukup brilian. Alasannya sederhana: di usianya yang muda dan masih relatif sebagai kader pemula dalam dunia politik praktis, ia mampu menaklukkan keganasan politik pileg dengan sempurna. Ia kemudian menjadi anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB. Inilah pintu awal bagi Ra Baddrut untuk memposisikan diri sebagai salah satu politisi PKB, yang kemudian mampu memposisikan dirinya sebagai salah satu politisi yang cukup diperhitungkan di tubuh partai besutan Gus Dur itu.

Kemampuan politik Ra Baddrut kembali ditunjukkan setelah dirinya harus pulang kandang ke Pamekasan. Kemampuan politiknya kembali diuji, setelah ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan. Tentu saja memilih bertarung secara politik di Pamekasan tidaklah mudah. Apalagi, Pamekasan bukan basis politik PKB, melainkan sebagai pusat politik partai berlambang Ka’bah: PPP. Bahkan, dalam proses pencalonannya sebagai Bupati Pamekasan, Ra Baddrut tidak menggandeng partai penguasa di Pamekasan “PPP”.

Logika sederhana: tanpa PPP, sebenarnya sulit menang. Tetapi, Ra Baddrut mampu mengubah situasi itu menjadi surga politik bagi dirinya. Ia terpilih sebagai Bupati Pamekasan dalam usia yang relatif masih muda. Ra Baddrut mampu melakukan orkestrasi politik yang berbobot dan menunjukkan kapasitasnya sebagai pewaris gaya unik politik Cak Imin. Dan, eksistensi politik Ra Baddrut, sesekali menggambarkan tentang gaya dan jalan pikiran politik Cak Imin yang sebenarnya.

Tentu saja, Cak Imin adalah Cak Imin degan gaya dan keunikan pikiran dan langkah politiknya. Cak Imin dikenal sebagai politisi yang lihai, lincah, cerdas dan gerakan politiknya sulit dibaca banyak orang. Bahkan, Cak Imin termasuk politisi yang “tidak pernah mati”. Ia selalu bangkit bersama PKB berdiri tegak memastikan dirinya sebagai maestro politik Indonesia yang mulai melegenda. Gaya-gaya politik Cak Imin itu, sebenarnya menjadi “buku” penting bagi semua kader PKB, yang harus dibuka dan dibaca untuk dipelajari. Ra Baddrut tampaknya telah menjadi bagian penting dari PKB yang telah mulai membaca “buku” itu, dan kemudian dipraktekkan dalam kerja-kerja politiknya sampai saat ini.

Baca Juga:  DPC PKB Pamekasan Sukses Gelar Muscab, Tiga Nama Disetor ke DPP untuk Uji Kelayakan

Dalam Pileg 2024, Ra Baddrut memang tidak terpilih sebagai anggota DPR RI. Banyak orang yang yang kemudian berkesimpulan: karir politik Ra Baddrut telah berakhir. Tetapi, Ra Baddrut layaknya Cak Imin, ia juga punya naluri politik yang sulit ditumbangkan. Di tubuh partainya, ia memiliki cengkraman yang sangat kuat. Disadari atau tidak, ia sebenarnya diberikan peran penting di tubuh PKB. Terbukti, Cak Imin sebagai Menko, memberikan kepercayaan kepada Ra Baddrut sebagai Stafsus Menko Pemberdayaan Masyarakat.

Sebagai Stafsus, jelas posisi Ra Baddrut menjadi tangan kanan Cak Imin di kementerian. Tidak hanya berhenti di situ, Cak Imin juga memberikan kepercayaan kepada Ra Baddrut sebagai Ketua Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) RI. Tugasnya cukup berat: mendorong sekuat tenaga agar Ra Baddrut melakukan upaya percepatan dalam proses pembangunan 1.000 Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pesantren dan melakukan kolaborasi dengan BGN guna meningkatkan gizi sekaligus membangkitkan ekonomi pesantren.

Amanah Cak Imin kepada Ra Baddrut ini, tentu saja bukan hanya sekedar pelimpahan tugas, melainkan ada keyakinan Cak Imin bahwa sosok Ra Baddrut memiliki kemampuan melakukan akselerasi dalam rangka membangun 1.000 SPPG pesantren di wilayah Indonesia. Sangat mungkin, peran penting ini menjadi panggung besar bagi Ra Baddrut yang disiapkan oleh Cak Imin.

Ada semacam transformasi energi politik yang sedang disalurkan dari Cak Imin ke dalam diri Ra Baddrut, sebagai salah satu dari sekian SDM politik dalam perjalanan politik PKB di masa-masa yang akan datang. Bisa jadi tugas utama Ra Baddrut adalah memantapkan jejaring politik PKB ke pesantren agar semakin kuat, karena salah satu basis PKB adalah pesantren.

Ra Baddrut sedang diberi mandat oleh Cak Imin untuk terus memperkuat akar  politik PKB di pesantren-pesantren yang berada di nusantara. Hanya orang-orang hebat yang dipilih Cak Imin untuk menjadi bagian dari kekuatan gerakan politiknya. Dan, Ra Baddrut telah mendapatkan itu saat ini. (*)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *