KABAR MADURA | Perayaan Dies Natalis ke-48 Universitas Madura diawali dengan doa bersama, yang melibatkan civitas akademika dan masyarakat, Sabtu (2/5/2026) pukul 19.00 WIB di Gedung Aula Rektorat Lantai 3 setempat.
Acara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai universitas sekaligus membangun sinergi antara kampus dan lingkungan sekitar.
Rektor Universitas Madura Dr. H. Gazali menegaskan pentingnya penerapan university value atau nilai universitas. Itu sebagai fondasi utama dalam pengembangan perguruan tinggi.
Gazali menyampaikan, nilai tersebut sejalan dengan konsep corporate culture atau budaya organisasi yang harus disosialisasikan, diinternalisasikan, dan diimplementasikan secara nyata.
“Nilai ini masih baru, sehingga perlu proses sosialisasi dan internalisasi secara berkelanjutan. Ini menjadi bagian dari peluncuran yang kita angkat dalam tema Dies Natalis ke-48 ini,” ujarnya.
Gazali juga menjelaskan bahwa konsep “Teduh” yang diusung sebagai identitas kampus merupakan akronim yang nantinya akan dijabarkan lebih rinci melalui indikator-indikator khusus. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi ciri khas Universitas Madura dalam membangun budaya akademik yang unggul dan humanis.
Sementara itu, Pengasuh Puncak Darussalam Boarding School, KH. Abd Hannan Tibiyan, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya keteladanan dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan tidak cukup hanya bersifat normatif, tetapi harus mampu melahirkan generasi ulul albab yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual dan spiritual.
“Nilai bukan hanya sebatas norma formal, tetapi harus menghasilkan sesuatu yang nyata dan berdampak,” tegasnya.
Menurutnya, keteladanan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik. Ia menambahkan bahwa untuk menciptakan generasi yang unggul, diperlukan sinergi antara kekuatan manajemen, kekuatan iman, dan kekuatan teori.
“Ketiga aspek ini harus disatukan agar mampu menghasilkan sesuatu yang besar. Kita tidak boleh berhenti dalam proses ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, KH. Abd Hannan menegaskan bahwa iman yang lemah tidak akan mampu melahirkan kebaikan. Oleh karena itu, penguatan iman harus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan, serta diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar konsep atau jargon.
Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa.
Perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian (DPM-FP) Universitas Madura, Rohib, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kebersamaan antara kampus dan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Kami sangat antusias mengikuti rangkaian Dies Natalis ke-48 ini,” terangnya.
Rohib juga mengapresiasi kehadiran KH. Abd Hannan Tibiyan sebagai pemateri yang dinilai mampu memberikan inspirasi besar, baik dari sisi intelektual maupun spiritual.
“Pesan yang disampaikan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual kami sebagai generasi muda,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan guna membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan keimanan yang kuat.
Dengan mengusung semangat nilai “Teduh”, Dies Natalis ke-48 Universitas Madura diharapkan menjadi titik awal dalam membangun budaya kampus yang lebih berintegritas, humanis, dan berdaya saing tinggi. (rul)





