Food Colony Pamekasan Sepi dan Ditinggal Pedagang, Pemkab Siapkan Revitalisasi Besar-Besaran

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana menghidupkan kembali kawasan UMKM Food Colony di Jalan Kesehatan pada tahun 2026. Langkah revitalisasi dilakukan setelah jumlah pedagang di kawasan kuliner tersebut mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, Achmad Sjaifudin, mengatakan Food Colony awalnya disiapkan dengan kapasitas sekitar 240 unit kios. Pada masa awal operasional, kawasan itu sempat ditempati lebih dari seratus pedagang.

“Berdasarkan data awal, di Food Colony itu memiliki kapasitas sekitar 240 unit kios. Pada masa awal operasional kawasan itu sempat ditempati 150 hingga 160 pedagang, tapi sekarang mengalami penurunan atau rontok menjadi 50 sampai 60 pedagang saja,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, menurunnya jumlah pedagang dipicu berbagai faktor, salah satunya desain kawasan yang dinilai kurang strategis dan terlalu tertutup. Kondisi tersebut membuat pengunjung merasa kurang nyaman, ditambah keterbatasan lahan parkir yang dinilai menjadi kendala utama.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Sebut Program Prioritas Berprogres

Ia menjelaskan, Pemkab Pamekasan saat ini tengah menyiapkan langkah revitalisasi dan diversifikasi kawasan Food Colony dengan melibatkan konsultan perencana agar konsep bangunan lebih sesuai dengan kebutuhan pedagang maupun pengunjung.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Tahun ini memang akan dilakukan revitalisasi dan diversifikasi di Food Colony. Kami sedang mencari jalan keluar terbaik bersama konsultan perencana untuk menyesuaikan model bangunannya agar lebih pas,” tambahnya.

Selain persoalan infrastruktur, Sjaifudin mengakui tantangan lain juga datang dari persoalan internal antarpedagang. Menurutnya, adanya kelompok-kelompok tertentu di dalam kawasan tersebut terkadang menghambat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Targetkan Pengisian Kekosongan Kepala Sekolah Rampung Bulan Depan

Meski demikian, pemerintah memastikan para pedagang selama ini tidak dibebani biaya sewa kios sehingga diharapkan revitalisasi nantinya benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM lokal.

Pemkab Pamekasan berharap pembenahan fasilitas dan perubahan desain kawasan dapat membuat Food Colony kembali ramai dan berkembang menjadi pusat wisata kuliner unggulan di Pamekasan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Pamekasan disebut telah menginstruksikan agar revitalisasi segera dilakukan. Pemerintah daerah juga akan menggandeng tim ahli dan konsultan guna menentukan konsep terbaik dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Pak Bupati menginginkan revitalisasi dilakukan. Terkait model teknisnya seperti apa, nanti pemerintah dan tim ahli yang akan menentukan mana yang terbaik untuk semua pihak,” pungkasnya. (km96/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *