Presiden Klub Madura United Beri Atensi Khusus Jelang Duel Penentuan Lawan PSM

KABAR MADURA | Presiden klub Madura United Prof. Achsanul Qosasi memberikan atensi khusus terhadap performa Laskar Sape Kerrab di penghujung musim Super League 2025/2026.

Laga terakhir Madura United akan melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (23/5/2026) mendatang. Laga akan menjadi pertandingan penentu bagi Lulinha dan kawan-kawan.

Saat ini, Madura United tengah bersaing ketat dengan Persis Solo untuk lepas dari jeratan degradasi. Posisi Laskar Sape Kerrab berada di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan selisih satu poin dari Persis Solo yang menempati peringkat ke-16.

Menurut Prof. AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi, Madura United tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan pada laga terakhir itu agar tetap bisa melanjutkan kiprah di Super League musim depan.

Baca Juga:  Pindah Kandang ke Bangkalan, Madura United Percaya Diri Kalahkan Persik Kediri

“Bagi kita tidak ada pilihan lain. Lawan PSM nanti mutlak harus kita menangkan. Tidak pas kalau kita selalu bergantung kepada klub lain untuk selamat. Kita harus menentukan nasib di tangan kita sendiri,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Secara umum, Prof. AQ mengapresiasi perjuangan para pemain dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat menghadapi PSIM Yogyakarta pekan lalu. Dia menilai, performa Madura United menunjukkan permainan yang luar biasa meski belum berhasil membawa pulang poin.

Baca Juga:  Dari Madura untuk Generasi: Jejak Pengabdian Achsanul Qosasi yang Terus Menginspirasi

Prof. AQ juga meminta dukungan penuh dari suporter Madura Bersatu agar terus mengalir dari tribun saat laga penentuan melawan PSM Makassar nanti. Dia berharap, seluruh ketidakberuntungan yang dialami Madura United sepanjang musim ini dapat berbalik menjadi hasil positif pada pertandingan terakhir musim ini.

“Klub ini milik orang Madura, kebanggaan orang Madura dan harus tetap ada di Madura. Saatnya pemain bermain habis-habisan. Karena ini pertandingan menentukan nasib kita, tetap di Liga 1 atau bermain di Championship,” tutupnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *