KABAR MADURA | Ketiadaan tempat pembuangan akhir (TPA) masih menjadi persoalan serius dalam tata kelola sampah di Bangkalan. Untuk menekan penumpukan sampah di sejumlah wilayah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan mulai menggenjot pembangunan tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R) sebagai langkah alternatif sementara.
“Dalam tahun ini program dari DLH sedang menggenjot TPS3R. Tahun ini kami akan membangun enam TPS3R yang tersebar di Kecamatan Kwanyar, Kamal, dan Bangkalan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Bangkalan Achmad Siddik, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, setiap titik pembangunan TPS3R mendapat alokasi anggaran sekitar Rp200 juta. Anggaran itu mencakup pembangunan gudang pengolahan sekaligus pengadaan mesin pengelola sampah.
“Setiap titik kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta. Itu sudah termasuk mesin dan gudang pengolahan,” tambahnya.
Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan untuk program pembangunan TPS3R tersebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
Pembangunan TPS3R itu menjadi upaya pemerintah kabupaten (pemkab) untuk mengurangi persoalan sampah di tengah belum tersedianya TPA yang memadai di Bangkalan. Selama ini, keterbatasan fasilitas pengelolaan akhir sampah membuat penanganan limbah di sejumlah kawasan belum berjalan maksimal.
“Tujuan kami sementara ini karena belum ada TPA, maka pembangunan TPS3R diharapkan dapat mengurangi limbah sampah,” ungkapnya.
Selain mempercepat pembangunan TPS3R, pihaknya juga berharap masyarakat ikut berperan dalam mengurangi persoalan sampah, salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuang sampah sembarangan. (fik/zul)





