HIPMI Pamekasan Siap Gelar Ekonomi Fest 2026, Libatkan Puluhan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Ekonomi62 views

KABAR MADURA | Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pamekasan bersiap menggelar ajang Ekonomi Fest 2026 sebagai bentuk kolaborasi nyata dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Bertempatdi Pendopo Ronggosukowati, event yang mengusung konsep bazar UMKM dan kegiatan ekonomi kreatif ini dijadwalkan berlangsung mulai 29 Mei hingga 7 Juni 2026.

Rencana besar ini mencuat usai jajaran HIPMI melakukan rapat koordinasi langsung bersama bupati Pamekasan di Pendopo. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik kebangkitan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha kreatif.

Ketua HIPMI Pamekasan Kusyairi, mengatakan bahwa untuk menampung para pelaku usaha, pihak panitia telah menyiapkan sedikitnya 70 tenan yang terbagi ke dalam tiga segmen strategis. Selain itu, sebuah panggung utama stage juga akan didirikan di dalam area untuk memeriahkan rangkaian acara.

“Kami bagi tiga segmen, pertama UMKM sekitar 50 tenan dari kolaborasi UMKM Pamekasan Jawa Timur, kemudian 15 booth kita isi dengan UMKM binaan HIPMI dan 5 untuk layanan publik pemerintah kabupaten” ungkapnya, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:  Benarkan Didatangi KPK, Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan: Hanya Pembinaan!

Merespons rencana tersebut, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diinisiasi oleh HIPMI. Menurutnya, agenda semacam ini berdampak langsung pada perputaran roda ekonomi di tingkat tapak.

“Acara yang akan dilaksanakan oleh HIPMI itu sangat positif, jadi menggerakkan roda ekonomi kemasyarakatan. Kami berharap pengusaha-pengusaha yang ada di Pamekasan bisa memanfaatkan momentum ini untuk pemasaran produk-produk yang dihasilkan,” jelasnya.

KH. Kholilurrahman menambahkan bahwa banyaknya pengusaha yang sudah terjaring dalam menyambut event ini diyakini akan mendongkrak kembali semangat perekonomian masyarakat Pasca Pandemi atau tantangan ekonomi global belakangan ini.

Baca Juga:  Lahan SMK Kesehatan Nusantara Diduga Dijual ke Pengusaha Rokok Ilegal

Meski mendukung penuh, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman memberikan catatan dan penekanan khusus kepada pihak penyelenggara serta para pengusaha yang terlibat. Pemkab meminta agar esensi acara tetap menjaga kondusivitas dan menghormati kenyamanan publik, dengan menghindari konsep hiburan yang berlebihan.

Penyelenggara dilarang membuat konsep acara hiburan yang terlalu bising atau memicu keluhan masyarakat, penggunaan musik dalam skala besar tidak diperkenankan, kemudian pihak pemkab tetap memperbolehkan sajian hiburan yang lebih tenang dan estetis, seperti musik akustik ringan.

“Yang ditekankan adalah menghindari hal-hal yang sensitif yang sementara ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satu contoh misalkan event-event yang jingkrak-jingkrak dan musik yang dalam skala besar itu tidak boleh. Jadi kalau cuma musik-musik akustik diikuti nyanyian, ya silakan saja,” tutupnya dengan tegas. (km96/waw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *