KABAR MADURA | Kabupaten Bangkalan tengah bersiap memasuki babak baru dunia pendidikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mengusulkan pembentukan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), program prioritas nasional yang digagas pemerintah pusat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis standar internasional.
Berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya, konsep Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu yang menyatukan jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK dalam satu manajemen dengan desain kurikulum yang berkesinambungan.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dispendik Bangkalan Muhaimin mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional di sektor pendidikan.
“Sekolah Nasional Terintegrasi ini adalah proyek strategis nasional dan program prioritas pemerintah serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan kualitas indeks pembangunan manusia di Indonesia,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Muhaimin, konsep sekolah itu berbeda dengan Sekolah Rakyat (SR) yang lebih difokuskan bagi siswa dari keluarga miskin. Sekolah Nasional Terintegrasi justru diarahkan sebagai model pendidikan unggulan dengan pendekatan global dan berbasis kurikulum internasional.
“Konsepnya adalah menyatukan pendidikan mulai SD, SMP, sampai SMA atau SMK dalam satu manajemen,” katanya.
Dalam skema tersebut, kurikulum pembelajaran disebut akan mengacu pada standar internasional seperti Cambridge, lengkap dengan sistem pembelajaran multibahasa dan penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEM).
Tidak hanya itu, sekolah juga dirancang dengan pendekatan pendidikan modern berbasis integratif, multidisipliner, hingga crossdisipliner sebagaimana diterapkan di sejumlah negara maju.
“Selain multibahasa seperti Inggris, Mandarin, Perancis, dan Arab, nantinya juga dilengkapi fasilitas berskala internasional,” jelasnya.
Fasilitas yang disiapkan tidak hanya berupa laboratorium bahasa, multimedia, dan sains, tetapi juga laboratorium seni, art center, museum pendidikan, hingga bengkel seni dan fasilitas olahraga modern.
Untuk wilayah Jawa Timur, Bangkalan menjadi salah satu daerah yang diusulkan dalam skema tipe konsolidasi, yakni memanfaatkan sekolah yang sudah ada dan diintegrasikan dalam satu sistem. Sementara model pembangunan sekolah baru dengan lahan khusus hanya diusulkan di Kabupaten Malang.
Di Bangkalan, konsep integrasi tersebut dirancang menggunakan radius sekolah yang saling berdekatan. Dispendik Bangkalan mengusulkan tiga sekolah existing sebagai calon lokasi pilot project, yakni SDN Pejagan 5, SMP Negeri 4 Bangkalan, dan SMA Negeri 1 Bangkalan.
“Radiusnya tidak sampai 500 meter. Jadi desainnya nanti lulusan SD bisa langsung terkoneksi ke SMP, lalu ke SMA dalam satu sistem pendidikan terintegrasi,” jelas Muhaimin.
Sia menegaskan sekolah tersebut tetap bersifat terbuka dan menerima siswa umum dari berbagai daerah. Sejak Maret 2026, proses pengusulan dan verifikasi program tersebut mulai berjalan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama tim kementerian telah melakukan serangkaian validasi administrasi hingga verifikasi lapangan di Bangkalan.
Tahapan tersebut melibatkan lintas instansi mulai dari ATR/BPN, BPKAD, PUPR, Bappeda, hingga BPBD guna memastikan aspek tata ruang, status lahan, kesiapan infrastruktur, hingga keamanan bencana memenuhi standar nasional.
“Assessment yang kami peroleh sangat baik,” ungkap Muhaimin.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah Bangkalan dipastikan lolos sebagai lokasi final Sekolah Nasional Terintegrasi. Sebab, proses evaluasi dari kementerian masih berlangsung.
Menurut Muhaimin, Bupati Bangkalan menilai keberadaan sekolah berstandar internasional itu dapat menjadi lompatan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah.
“Keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi ini akan berdampak sangat baik karena standar dan kurikulumnya internasional,” katanya.
Jika terealisasi, sekolah tersebut diproyeksikan menjadi Sekolah Nasional Terintegrasi pertama di Madura. (fik/zul)





