Kenaikan Harga Pertamax Picu Peralihan ke Pertalite, Warga Pamekasan Khawatir Terjadi Kelangkaan

Berita21 views

KABAR MADURA | Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Di Pamekasan, sebagian pengguna Pertamax mulai beralih ke Pertalite sebagai langkah untuk menekan pengeluaran biaya untuk bahan bakar kendaraan.

Salah satunya Ahmad Hasan, warga Kecamatan Tlanakan. Dia mengaku terpaksa mengganti penggunaan BBM dari Pertamax ke Pertalite karena biaya operasional kendaraan dinilai semakin membebani. Di sisi lain, dia juga mulai mengkhawatirkan ketersediaan stok Pertalite akibat meningkatnya jumlah pengguna.

“Yang pindah ke Pertalite bukan hanya saya. Teman-teman dan tetangga juga banyak. Bahkan, antrian di POM bensin rata-rata yang full di pengisian Pertalite. Kekhawatiran motor rusak pasti ada, tapi mau bagaimana lagi, kenaikan harganya gak kira-kira. Semoga saja kita tidak dihadapkan dengan kelangkaan Pertlite juga ke depan,” jelasnya, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga:  Menu Kerap Tidak Layak dan Dapur Belum Berizin, Satgas MBG Pamekasan Janji Perketat Pengawasan

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan, Bachtiar Effendi, menyampaikan, berdasarkan data yang dimilikinya, stok jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) atau Pertalite mencapai 73.544 KL. Sementara itu, stok Solar subsidi atau jenis bahan bakar tertentu (JBT) tercatat sebanyak 36.431 KL.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah jumlah itu cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu tertentu.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Apakah jumlah ini terbilang aman atau tidak, belum bisa dipastikan. Karena sampai saat ini kami belum dapat informasi dari Pertamina mengenai realisasi per bulan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Masuk 45 Nominasi Nasional, Pamekasan Bidik 30 Besar Proyek Persampahan

Bachtiar menjelaskan, Pertamina biasanya telah mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan BBM dengan melakukan penambahan pasokan secara bertahap. Sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik menyikapi dinamika harga BBM yang terjadi saat ini.

Selain mengajak masyarakat untuk lebih hemat dan bijak dalam penggunaan bahan bakar, Bachtiar juga menegaskan, kenaikan harga Pertamax merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang menyesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia.

“Ini (kenaikan harga Pertamax) merupakan kebijkan pemerintah di dalam penyesuaian dengan harga minyak dunia. Ketika melihat kondisi seperti ini diharapkan tidak panic buying, tapi sikapi dengan bijak,” urainya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *