KABAR MADURA | Aliansi Aktivis Perempuan (AAP) terus berikhtiar dalam mendampingi kasus-kasus perempuan dan anak serta memperjuangkan keamanannya di Sumenep. Sebagai upayanya, selama ini mereka aktif melakukan audiensi dengan semua pihak, mulai dari kepolisian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, serta instansi lainnya.
Kelompok yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan di Kabupaten Sumenep ini juga menggelar audiensi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep.
Kedatangan srikandi Sumenep tersebut dalam rangka memaparkan dan menindaklanjuti beberapa kasus terhadap anak didik yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Salah satu member AAP Sumenep Khuzaimah menyampaikan, lembaga pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa dan negara, namun kompleksitas persoalan pendidikan selalu ada.
“Anak-anak yang menjadi korban pelecehan rata-rata masih siswa, ini sudah persoalan yang cukup serius untuk dikawal,” katanya.
Menurutnya, jika dibiarkan dan tidak ada tindak lanjut yang tegas pejabat yang berwenang, akan membawa dampak buruk bagi dunia pendidikan dan sumber daya manusia (SDM), khususnya anak-anak didik sebagai generasi penerus bangsa. Sehingga menurut mahasiswi STKIP PGRI Sumenep ini, masalah tersebut butuh perhatian.
“Maraknya beberapa kasus asusila di dunia pendidikan Sumenep telah mencapai darurat. Beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan menunjukkan tren naik yang melibatkan siswa maupun guru di lingkungan Disdik Sumenep,” ungkapnya. (ara/waw)





