KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan dipastikan tetap berjalan selama Ramadan. Dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah penyesuaian teknis agar program tetap efektif tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa.
Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menjelaskan, distribusi MBG tetap dilakukan setiap hari kepada para siswa. Namun, penyalurannya dilaksanakan sebelum jam pulang sekolah. Sementara itu, menu yang dibagikan selama Ramadan berupa makanan kering.
Menurutnya, skema itu diterapkan agar program tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas belajar selama bulan puasa.
“Penyaluran tetap aktif seperti biasa, hanya saja teknisnya disesuaikan, mulai dari menu hingga waktu distribusi,” ujarnya, Jumat (20/2/206).
Untuk kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), distribusi dilakukan secara rapel, yakni untuk dua hingga tiga hari sekaligus. Mekanisme itu menyesuaikan ketentuan dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pihaknya juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan MBG. Selain itu, pelibatan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong penguatan ekonomi daerah agar semakin bergerak.
“Alasan tetap aktif selama Ramadan, karena pemenuhan gizi harus tetap jalan setiap hari. Tidak boleh terputus,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan Sahibuddin menegaskan, penyaluran MBG selama Ramadan harus mengacu pada aturan dari pemerintah pusat. Dia menilai, proses distribusi perlu dirancang dengan skema yang matang agar berjalan optimal.
Distribusi MBG selama Ramadan, tambahnya, juga harus diselaraskan dengan aktivitas pendidikan di sekolah. Sahib berharap, program ini dapat menjadi bagian dari penguatan kegiatan pembentukan karakter siswa selama bulan suci.
“Program ini harus menjadi peluang, agar kehadiran MBG bisa mendorong kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah selama Ramadan,” ungkapnya. (nur/zul)





