KABAR MADURA | Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) membuka posko kemanusiaan untuk pasien gagal ginjal. Posko ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kritis para pasien yang kesulitan mendapatkan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah.
Inisiatif ini menyusul kabar duka atas meninggalnya Sulastri, seorang pasien gagal ginjal di Pamekasan yang diduga meninggal dunia karena kesulitan mencari rumah sakit yang tersedia untuk menjalani cuci darah.
Ketua AJP Khairul Umam menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut. Dia menyebut, Sulastri bukan satu-satunya pasien gagal ginjal yang mengalami kesulitan berobat. Hingga saat ini, masih terdapat beberapa pasien gagal ginjal di Pamekasan yang belum tertangani karena seluruh rumah sakit di wilayah Madura dalam kondisi penuh untuk layanan hemodialisis.
“Kami tidak ingin ada korban jiwa berikutnya. Posko ini kami buka sebagai bentuk kepedulian sekaligus dorongan agar pemerintah dan semua pihak terkait mendengar jeritan para pasien gagal ginjal yang selama ini seolah terabaikan,” ujar Khairul Umam, kamis (22/5/2025).
Posko kemanusiaan ini bertujuan untuk membantu pasien gagal ginjal mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama untuk proses rujukan dan pencarian rumah sakit yang masih memiliki slot layanan cuci darah. AJP juga membuka ruang donasi dan partisipasi publik untuk mendukung operasional posko ini.
“Kami mengajak masyarakat, relawan, dan para dermawan untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini. Kesehatan adalah hak semua warga negara, dan kita tidak bisa tinggal diam ketika nyawa-nyawa melayang karena sistem yang tidak berjalan semestinya,” tambah Khairul.
Dia berharap dengan adanya posko ini, perhatian terhadap persoalan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien gagal ginjal, semakin meningkat dan segera mendapat solusi yang konkret dari pihak berwenang.
Posko kemanusiaan yang didirikan AJP ini berlokasi di Balai Wartawan, Jalan Pamong Praja Pamekasan. (rul/zul)





