KABAR MADURA | Berencana memberi pandangan tentang identitas dan citra Pamekasan dalam sebuah buku, seluruh anggota Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) berkumpul untuk mengkaji konsep yang akan dijalankan.
Kajian tersebut diawali dengan menggelar diskusi bertajuk Workshop Literasi Media. Diskusi tersebut mengambil tema “Pamekasan Mencari Identitas.” Kegiatan tersebut diadakan di Pandaan, Pasuruan, Sabtu (11/1/2025).
Ketua AJP M. Khairul Umam menjelaskan, workshop tersebut sekaligus bertujuan untuk menguatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) anggota AJP, utamanya dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional.
Mengenai buku yang akan diluncurkan, gagasan dari anggota AJP mengerucut pada beberapa tema besar. Tema tersebut yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dijadikan sebagai jargon pencitraan Pamekasan, seperti Gerbang Salam, Kota Pendidikan, Kabupaten Literasi, Kota Batik.
Bahkan, muncul gagasan tentang identitas Pamekasan sebagai kota tembakau. Namun, ide-ide tersebut masih akan digodok tim yang dibentuk saat workshop. Tim tersebut dikoordinir Syamsul Arifin, jurnalis Beritajatim.com yang biasa disapa Choel.
“Kami secara khusus ingin menawarkan kepada masyarakat secara luas mengenai kemajuan Pamekasan melalui sektor potensial seperti tembakau,” ungkap Irul, sapaan dari M. Khairul Umam, Sabtu (11/1/2025).
Irul juga ingin buku tersebut bisa dijadikan rujukan pembentukan identitas, citra, atau slogan kota yang akan menjadi ciri khas Pamekasan.
“Bayangkan saja pada 2023 lalu, Pamekasan memperoleh DBHCHT sebesar Rp106 miliar, dan menjadi yang tertinggi di antara empat kabupaten di Pulau Madura,” ucapnya.
Selain itu, katanya, mayoritas 60 hingga 70 persen pabrik rokok di Madura berada di Pamekasan, sehingga dapat dinilai menjadi pusat industri pertembakauan.
“Kami ingin Pamekasan memiliki identitas yang melekat, tidak hanya musiman saja, dan hal itu dibutuhkah langkah serius bersama dari semua pihak,” terangnya.
“Sebagai jurnalis, kami akan menyusun ide itu menjadi buku dan ditargetkan selesai tahun ini, serta akan di-launching pada ajang bergengsi AJP Award 2025,” urainya
Diakuinya, potensi Pamekasan sangat banyak sekali, tetapi masih butuh perhatian dari berbagai sektor, termasuk pemangku kebijakan. Maka dari itu, AJP mengambil peran untuk bisa mempertegas dan mendorong tergalinya potensi daerah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
“Kami ingin berkontribusi untuk Pamekasan ke depan,” tegasnya. (rul/waw)





