KABAR MADURA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sampang hingga kini belum dapat direalisasikan di Pulau Mandangin. Minimnya ketersediaan air bersih, sebagai syarat utama penyelenggaraan dapur MBG, menjadi faktor utama mandeknya implementasi program tersebut. Kondisi itu membuat Mandangin menjadi satu-satunya wilayah di Sampang yang belum tersentuh layanan makanan bergizi bagi peserta didik.
Sesuai ketentuan, seluruh dapur MBG wajib memenuhi standar sanitasi dan higienitas yang dibuktikan melalui Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun hingga sekarang, di Pulau Mandangin masih belum ada sumber air bersih yang memadai untuk mendukung pemenuhan standar tersebut.
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Sampang Sudarmanto memastikan bahwa hingga saat ini belum ada satupun dapur MBG yang bisa beroperasi di wilayah Pulau Mandangin.
“Beberapa persyaratan teknis belum mampu dipenuhi, salah satunya ketersediaan air bersih,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, Satgas MBG saat ini tengah mengkaji sejumlah alternatif agar program tersebut tetap dapat menjangkau seluruh wilayah Sampang, termasuk Pulau Mandangin.
Sementara itu, warga Pulau Mandangin Abd Rouf membenarkan bahwa persoalan minimnya air bersih telah lama dirasakan masyarakat. Namun, dia berharap, program prioritas Presiden Prabowo itu juga dirasakan oleh siswa di Pulau Mandangin.
“Ini hanya persoalan teknis. Jika pemerintah serius melakukan pemerataan, tinggal bangun dapurnya di daratan kota, kemudian kirim menggunakan kapal ke Mandangin,” tuturnya. (yan/zul)





