KABAR MADURA | Ancaman penularan HIV/AIDS di Pamekasan masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, sejak Januari hingga 20 November, tercatat 82 kasus HIV/AIDS di Kota Gerbang Salam. Angka itu menunjukkan bahwa penguatan upaya deteksi dini dan pencegahan sangat dibutuhkan agar penyebaran tidak semakin meluas.
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin menyampaikan, pihaknya terus memasifkan langkah promotif melalui kampanye pencegahan HIV/AIDS kepada berbagai kelompok rentan, mulai dari remaja hingga kelompok berisiko lainnya.
Upaya itu juga diperkuat dengan langkah preventif, yakni meningkatkan edukasi kepada tenaga kesehatan (nakes) tentang pentingnya memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Edukasi ke nakes juga kita lakukan, agar tidak menggunakan jarum berulang, ke tukang cukur juga, agar siletnya tidak digunakan ulang,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Untuk deteksi dini, kata dr. Saifuddin, pemeriksaan diprioritaskan bagi ibu hamil serta kelompok potensial lainnya, seperti warga binaan maupun waria.
Menurutnya, ibu hamil kini wajib menjalani pemeriksaan HIV/AIDS sebagai langkah deteksi awal sekaligus pencegahan.
Dinkes Pamekasan juga menargetkan perluasan kolaborasi dan edukasi lintas sektor untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di seluruh wilayah kabupaten.
“Tantangan terbesarnya kadang, kelompok potensial ini tidak mau bermitra dengan kita. Akhirnya tidak terdeteksi. Tapi kami terus mengupayakan langkah preventif, promotif,” tukasnya. (nur/zul)





