KABAR MADURA | Lantaran diselenggarakan pemilihan umum (pemilu) di tahun 2024 ini, program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep lebih sedikit kepesertaannya.
“Kepesertaan tahun ini khsusus kegiatan gemarikan sangat sedikit, ini karena anggaran banyak digunakan untuk pemilu,” kata Kepala Dinas Perikanan Diskan Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Heru Faizal, Minggu (21/1/2024).
Anggaran tahun ini hanya senilai Rp60 juta. Hanya akan melibatkan 80 peserta, 40 orang bagi peserta dan 40 orang untuk undangan. Pada tahun 2023 lalu senilai Rp150 juta untuk 140 orang.
Kegiatan yang ditarget pada Mei untuk lokasi pertama sudah dilaksanakan, dan akan berakhir hingga September 2024 untuk lokasi kedua.
“Karena kegiatan itu untuk mencegah stunting, maka tempatnya menyesuaikan, masih dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep,” ujarnya.
Heru menambahkan, kegiatan itu sebagai upaya peningkatan gizi sejak dini dan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Konsumsi ikan dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga dapat membantu dalam pencegahan stunting.
“Dalam kegiatan ini, nantinya juga butuh ketua Forikan Sumenep agar menjadi support bagi masyarakat,” ucap pria yang akrab disapa Icang itu.
Sementara itu, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Sumenep Nia Kurnia Fauzi mengutarakan, gemarikan adalah gerakan moral yang memotivasi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan secara teratur dalam jumlah diisyaratkan bagi kesehatan agar terbentuk manusia Indonesia, khsususnya Sumenep, yang sehat, kuat dan cerdas.
“Permasalahan stunting sudah menjadi salah satu focus utama di Indonesia dan masih harus dilakukannya pencegahannya hingga saat ini. Maka perlu adanya makanan bergizi seperti ikan adalah salah satu pencegahan stunting,” kata istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi tersebut.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





