KABAR MADURA | Menanggapi kelakuan aparatur sipil negara (ASN) nakal yang berani memanipulasi data absensi digital atau smart id card (SIC), Bupati Sumenep, H Achmad Fauzi Wongsojudo, mengaku sangat kecewa.
Bahkan, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu menyebut, ASN tersebut layak menerima sanksi. Namun saat ini, pihaknya memilih jalan pembinaan.
Dikatakan Fauzi, bahwa ratusan ASN tersebut tidak mencerminkan sebagai sosok abdi negara yang baik, malah justru berkelakuan buruk.
“Tentu saya sangat kecewa dengan tindakan mereka,” kata Fauzi.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah tertanggal 19 Januari 2024 dengan nomor surat 800.1.6.2/37/435.203.2/2024, ratusan ASN itu saat ini tengah menjalani pemeriksaan dan pembinaan oleh BKPSDM Sumenep.
Bupati Fauzi menegaskan, ASN yang memanipulasi absensi digital SIC itu tidak patut dicontoh oleh ASN lainnya.
“Sudah kami periksa semua dan diberikan surat teguran. ASN itu harus memberikan contoh yang baik, jangan kemudian berbuat yang tidak baik, karena itu mencerminkan tidak baik baik pula dalam melayani masyarakat,” imbuhnya.
Dia menekankan agar para ASN yang berada di bawah pemerintahannya memiliki integritas yang baik. Dia pun meminta kepada ASN yang berada di naungan Pemkab Sumenep agar menjalankan tugasnya dengan benar dan memberikan pelayanan yang baik.
“Saya harap tidak terjadi lagi insiden semacam ini. Saya ingatkan lagi para ASN untuk tidak melakukan tindakan yang merusak citra dirinya sebagai abdi negara,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Cak Fauzi berjanji, jika masih ditemukan lagi kasus serupa, Pemkab Sumenep akan memberikan sanksi berat.
Bupati Fauzi juga mengaku, kebanyakan ASN yang melakukan manipulasi absensi digital SIC adalah guru. Dimana seharusnya, sosok guru memberikan teladan yang baik karena merupakan pendidik.
“Apalagi yang paling banyak membuat pelanggaran adalah ASN di bawah naungan Dinas Pendidikan,” paparnya.
Diketahui, sebanyak 509 ASN di lingkungan Pemkab Sumenep, ketahuan memanipulasi absensi digital SIC bingga dilakukan penelusuran dan akhirnya pembinaan jadi pilihan sebagai tindak lanjut atas tindakan tidak terpuji ratusan ASN tersebut.
Pewarta: Moh Razin
Redaktur: Fathor Rahman
an





