KABAR MADURA | Di bawah sinar matahari menjelang Ashar, suasana di halaman Masjid Bani Hasan terasa teduh. Masjid yang berdiri sejak 2020 itu tak hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga saksi perjalanan hidup seorang tokoh penuh inspirasi, H. Agus Suryawan, direktur HRD & GA di KUP Pojur, perusahaan milik tokoh nasional Prof. Achsanul Qosasi.
MOH RAZIN, SUMENEP
Bermanfaat ke sesama dengan penuh kesederhanaan dalam menjalani hidup merupakan pegangan H. Agus Suryawan
Dengan nada tenang namun penuh makna, Agus mengenang masa-masa sulit dalam hidupnya. Lahir di Jakarta, 13 Februari 1968, dia harus berpindah-pindah sekolah karena pekerjaan orang tua.
Dari SD di Padang dan Manado, lanjut ke SMP 1 Manado, SMP 10 Surabaya, SMA 10 Surabaya, SMA 3 Manado, hingga SMA 8 Surabaya. Terakhir, dia menuntaskan pendidikan tinggi di UPN Veteran Surabaya, Fakultas Ekonomi.
“Pindah-pindah sekolah itu pahit, tapi membentuk saya jadi pribadi yang mudah beradaptasi. Saya belajar menerima dan mencintai perubahan,” ujar Agus sembari memandang ke arah masjid yang kini menjadi pusat kegiatan sosial di Manding Laok, Kecamatan Manding, Sumenep.
Agus memulai kariernya di dunia profesional di luar Madura, salah satunya distributor semen Tiga Roda. Tahun 2004, dia meniti karier di salah satu BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Namun, titik balik hidupnya datang di tahun 2011, ketika dia memilih fokus di perusahaan yang dipimpin Prof. Achsanul Qosasi, KUP Pojur.
“Saya jatuh hati pada visi beliau, ingin mengangkat martabat masyarakat Madura. Sejak saat itu, saya fokus bekerja dan mengabdi di Pojur,” jelas Agus.
Tidak hanya bekerja di balik meja, Agus adalah sosok yang totalitas dalam pengabdian sosial. Bersama masyarakat sekitar, dia membangun Masjid Bani Hasan sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan wujud keteladanan dari sang ayah. Kini, masjid itu tak hanya berdiri megah, tapi hidup oleh kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan.
“Saya bukan orang Manding, tapi saya tertarik membangun di desa, alhamdulillah pada perjalanannya mendapatkan dukungan dari warga sekitar,” imbuhnya.
Setiap bulan, Agus dan timnya rutin menyalurkan puluhan paket sembako, 100 amplop untuk anak yatim, serta mengundang penceramah dari berbagai daerah, bahkan dari luar Madura.
“Pekerjaan harus dinikmati, loyalitas dan disiplin adalah kunci, tapi yang terpenting adalah kebermanfaatan bagi orang lain,” ucapnya mantap.
Agus bersama warga juga tengah bersiap menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan serangkaian acara spesial. Salah satu acara yang dijadwalkan adalah Jalan-Jalan Bersalawat (JJS) yang akan digelar pada 24 Agustus 2025.
Dia berharap JJS bisa menjadi momentum kebersamaan antarwarga, tokoh masyarakat, dan bahkan pemain dari klub sepak bola kebanggaan Madura, Madura United.
“Waktu itu Madura United jadi tuan rumah, malamnya main, siangnya kan bisa silaturahmi ikut JJS. Kalau bisa hadir meski hanya pemain cadangannya, itu sudah jadi kebahagiaan luar biasa bagi masyarakat,” harapnya.
Pada acara maulid nanti, Agus juga berencana mendatangkan RKH Achmad Azaim Ibrahimy, ulama kharismatik dari Jawa Timur.
Agus Suryawan adalah gambaran nyata bagaimana pahitnya kehidupan tidak harus menjadi batu sandungan. Dengan semangat, ketekunan, dan nilai-nilai luhur yang diwarisi dari keluarga, dia bangkit, mengabdi, dan memberi manfaat bagi banyak orang. Bukan hanya dalam karier, tetapi dalam kehidupan sosial yang penuh makna.
“Berbakti kepada orang tua, itu modal utama. Selebihnya, kita harus bisa jadi pelayan bagi sesama,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, di lingkungan masjid tersebut juga aktivitas mencari ilmu, salah satunya didirikan lembaga pendidikan PAUD Bahrul Ulum al-Hasani di bawah Yayasan Bani Hasan Nasuha.
Dalam manajemen Masjid Bani Hasan, terapat empat divisi: Divisi Amal Sosial, Divisi Amal Pendidikan, Divisi Amal Masjid, dan Divisi Amal Wakaf.
Berikut struktur kepengurusannya dan programnya:
Amal Sosial
Kepala: H. Choiruddin
1. Santunan yatim & dhuafa.
2. Paket Ramadan.
3. Qurban berkah.
4. Layanan kendaraan jemaah.
5. Rumah sehat umat.
Divisi Amal Pendidikan
Kepala: Hayat
1. Program berbagi ilmu.
2. Wakaf profesi.
Divisi Amal Masjid
Kepala: Ust Moh. Ainur Roziq
1. Tabungan umrah.
2. Semarak Ramadan.
3. Ngaji asyik muslimah.
4. Sarpras kifayah.
Divisi Amal Wakaf
Kepala: H Syamsul
1. Wakaf lahan tanah produktif.
2. Wakaf pengembangan kawasan pendidikan.
3. Wakaf pembangunan & pemeliharaan masjid.
4. Wakaf Qur’an.
(waw)





