KABAR MADURA | Banyaknya pasar yang tidak ditempati atau tidak difungsikan oleh pedagang, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari meminta tidak lagi menganggarkan pembangunan pasar di tahun berikutnya.
Saat ini, kata Juhari, terdapat beberapa pasar yang dibangun namun banyak kios tidak ditempati hingga saat ini, seperti di Pasar Lenteng, Pasar Anom Sumenep, dan masih banyak pasar lain yang tidak difungsikan oleh masyarakat, apalagi pasar ternak di Pakandangan Sangra yang tidak difungsikan total.
“Banyaknya pasar tidak difungsikan berarti pada tahun berikutnya tidak perlu membangun pasar lagi, jika ada anggaran tentu harus digunakan untuk perbaikan pasar ataupun lainnya,” katanya, Selasa, (29/10/2024).
Dia menghitung, sekitar Rp10 miliar lebih anggaran untuk membangun beberapa pasar tanpa difungsikan. Harapannya, POD teknis dapat melakukan penataan ulang para pedagang pasar utamanya toko-toko perlu diatur pada bangunan yang telah dibangun.
“Mulai saat ini perlu adanya penataan ulang para pedagang, karena banyak bangunan seperti lantai II rata-rata tidak ditempati,” ucap dia.
Pada APBD 2025 mendatang, Juhari menegaskan, jika ada rencana pembangunan pasar akan tidak disetujui, kecuali semua pembangunan sudah ditempati, karena jika tidak ditempati, sama saja membuang-buang anggaran.
“Dalam waktu dekat kami akan panggil OPD teknis mengenai pembangunan pasar tidak ditempati itu, karena sudah bertahun-tahun seakan hanya dapat dibangun saja untuk sekedar mendapatkan proyek fisik,” kata politisi PPP itu.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep Idham Halil mengakui bahwa sampai saat ini banyak pasar yang tidak sepenuhnya ditempati.
Mengenai alasan tidak ditempati itu, karena para para pedagang enggan menempati bangunan baru. Sedangkan terkait pasar yang hanya sekedar dibangun, dia mengaku tidak mengetahui, karena pada waktu itu bukan dia yang merencanakan.
“Saya baru ada di Diskop UKM dan Perindag Sumenep ini, makanya saya tidak tahu kenapa dibangun jika kenyataannya sampai saat ini tidak ada yang menempati, saya memang tidak merencanakan pembangunan pasar baru, sehingga lebih fokus pada penataan pedagang serta perbaikan fasilitas pasar,” tuturnya. (imd/waw)





