KABAR MADURA | Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pamekasan, menyebut potensi kecolongan daftar pemilih tetap (DPT) masih terjadi.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Pamekasan Suryadi mengatakan, pengawasan terhadap tahapan pelaksanaan Pilkada diakui sedang dilakukan, mulai dari tahapan pencalonan perseorangan, perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), pencocokan dan penelitian(Coklit), hingga pada tahapan proses pemungutan dan penghitungan suara beberapa bulan mendatang.
Pengawasan tersebut akan lebih dimaksimalkan dibandingkan pemilihan umum (pemilu) sebelumnya. Hal itu didasari data temuan hasil pemilu 2024, ada ratusan data pemilih yang tidak sesuai dengan ketentuan, seperti orang meninggal yang masih terdaftar di DPT.
Suryadi menambahkan, berdasarkan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) Pilkada yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, aa sebanyak 652 ribu orang pemilih yang nantinya akan dilakukan validasi data oleh petugas.
“Saat pemutakhiran data pemilih kami akan menerapkan pengawasan ketat terhadap petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih),” ungkapnya, Minggu (2/6/2024).
Suryadi mengungkapkan, pengawasan yang dilakukan petugas tidak akan maksimal tanpa adanya bantuan dari masyarakat sekitar. Pasalnya pemutakhiran data akan dilakukan tidak hanya oleh satu petugas, sedangkan petugas pengawas saat ini masih berjumlah 1 orang di setiap desa.
“Petugas Pantarlih bukan hanya 1, sedangkan kami hanya punya 1 petugas pengawas, maka dari itu kami berharap partisipasi masyarakat sekitar,” tutupnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Miftahul Arifin





