Begini Metode NU dalam Menentukan Awal Ramadan

News108 views

KABAR MADURA | Penentuan awal Ramadan 1446 H diperkirakan jatuh pada Sabtu (1/3/2025). Saat ini, pemerintah masih belum menetapkan secara resmi terkait awal puasa tahun ini.

Penetapan awal Ramadan masih menunggu sidang isbat yang akan dilakukan pada Jumat (28/2/2025). Pada sidang isbat itu, beberapa hal menjadi pertimbangan dalam menetapkan awal puasa, yakni mempertimbangkan hasil rukyat dan hisab. 

Muhammadiyah, telah menetapkan awal Ramadan pada hari Sabtu, (1/2/2025). Hal itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca Juga:  Ketua KNPI Pamekasan: Konfercab GP Ansor Adalah Langkah Strategis Regenerasi Kepemimpinan!

Sementara NU masih menunggu hasil rukyatul hilal sebelum mengeluarkan keputusan resmi. Biasanya, awal Ramadan akan disampaikan Lembaga Falakiyah PBNU atas dasar rukyatul hilal pada 29 Sya’ban. 

NU akan menggelar pemantauan hilal berdasarkan metode rukyatul hilal bil fi’li, dengan melibatkan pengamatan secara langsung di 125 lokasi strategis di wilayah Indonesia. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dilansir dari berbagai sumber, pada tahun 2025, daerah dengan pemantauan titik terbanyak adalah Jawa Timur dengan total 29 titik. Kemudian disusul Sumatera Barat sebanyak 19 titik, dan Jawa Barat 11 titik. 

Baca Juga:  Strategi Memaksa untuk Mengingat melalui Takbir Kolektif: Refleksi Kultural IBS PKMKK dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

Hasil pengamatan dari berbagai lokasi tersebut, nantinya akan dibawa ke sidang isbat untuk menentukan apakah hilal memenuhi syarat atau belum dalam penentuan awal Ramadan. (nur)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *