KABAR MADURA | Hingga saat ini terdapat tiga kecamatan di Sampang yang belum mendapatkan layanan kebersihan optimal dari Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan permukiman (DLH Perkim) Sampang.
Hal itu terjadi karena keterbatasan sarana dan prasarana. Akibatnya, warga di tiga kecamatan itu sering mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan karena belum adanya sistem pengelolaan sampah yang terorganisir.
“Kami terpaksa membakar sampah atau membuangnya ke sungai karena tidak ada tempat pembuangan yang disediakan oleh pemkab,” ujar seorang warga Kecamatan Karangpenang, Habiburrahman, Rabu (26/2/2025).
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif mengatakan, kecamatan yang belum tersentuh layanan kebersihan itu, yakni Kecamatan Karang Penang, Tambelangan, dan Sreseh. Di tiga kecamatan itu belum tersedia fasilitas pendukung, seperti tempat pembuangan sementara (TPS), armada pengangkut sampah, serta petugas kebersihan.
Menurut Arif, keterbatasan anggaran operasional menjadi penyebab berkurangnya ketersediaan fasilitas, armada, dan petugas kebersihan.
“Untuk bisa menjangkau semua kecamatan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan kebersihan itu harus dilakukan secara rutin,” katanya.
Sayangnya, Arif tidak bisa memberikan kejelasan mengenai perluasan jangkauan layanan kebersihan itu karena anggaran daerah yang sangat terbatas.
“Yang jelas untuk tahun ini, kami belum ada rencana untuk memperluas layanan kebersihan ini,” ungkapnya. (km90/sub/zul)





