Belum Dipetakan, BPBD Pamekasan Prediksi Wilayah Rawan Kekeringan Berkurang

News37 views

KABAR MADURA | Wilayah rawan kekeringan  tahun ini masih belum ditentukan. Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan memprediksi wilayah kekeringan berkurang dari tahun sebelumnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi mengatakan, saat ini pihaknya sedang  dalam proses perenecanaan tanggap darurat kekeringan, mulai dari melakukan pendataan wilayah rawan kekeringan, skema droping air bersih, dan lain sebagainya. Sehingga, bisa dilakukan ploting lebih lanjut dalam penyaluran bantuan air bersih di kawasan yang benar-benar terdampak.

“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan provinsi untuk tindak lanjut dari tanggap darurat kekeringan ini. Kalau berdasarkan BMKG, sekarang ini masih tidak bisa dikatakan musim kemarau, karena masih terjadi hujan dengan intensitas kecil di beberapa wilayah,” ungkap Dofir, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga:  Angin Kencang Terjang Pamekasan, 7 Kecamatan Terdampak

Dikatakan, sebelumnya terdapat 321 dusun dari 77 desa yang disasar dalam pendiatribusian air bersih di instansinya. Semetara untuk tahun ini masih belum diketahui secara pasti terkait jumlahnya. Namun menurutnya, dampak kekeringan tahun ini dimungkinkan akan berkurang. Pasalnya, pada tahun lalu, terdapat bantuan sumur bor dari Kementerian Pertahanan sebanyak 12 titik. Adanya bantuan tersebut harusnya bisa membantu mengatasi kekeringan di Pamekasan.

“Semoga saja benar-benar berkurang (rawan kekeringan). Tapi tidak tahu juga, apakah 12 titik sumur bor itu semuanya berfungsi dengan baik atau tidak,” terangnya.

Baca Juga:  BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Air Bersih

Semetara itu, Moh. Firdaus, warga asal Palengaan Laok, berharap, ada bantuan air bersih dengan debit yang lebih banyak dari sebelumnya. Sebab dikatakan, pada sebelumnya bantuan air yang tersalurkan dianggap tidak cukup untuk mengatasi masalah kekeringan di daerahnya.

“Masyarakat yang butuh bantuan air saat kemarau banyak, jadi minta tolong dibanyakin juga bantuannya. Agar bantuan yang kami dapatkan benar-benar layak dan semuanya dapat,” jelasnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *