KABAR MADURA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep belum memberikan bantuan sembako kepada korban banjir di Kecamatan Arjasa, Sumenep. Alasannya karena butuh assessment
Kepala BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy menyampaikan, memang terdapat puluhan rumah terendam banjir di Desa Arjasa akibat curah hujan yang tinggi satu pekan terakhir.
“Kami sudah menerima surat dari Kecamatan Arjasa dan langsung mengirim petugas ke sana, sementara untuk bantuan sembako masih menunggu asesmen dari bawah,” kata dia.
Asesmen itu dibutuhkan untuk mengkaji faktor terjadinya banjir sehingga dapat dilakukan mitigasi sejak dini. Setelah dilakukan asesmen, BPBD Sumenep melanjutkan kegiatannya dengan mengirim bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak dan akan diusulkan bantuan stimulan.
“Belum distribusi sejauh ini, menunggu kelengkapan administrasi terlebih dahulu,” imbuhnya.
Dijelaskan Laili, banjir tersebut diperkirakan setinggi 0,5 meter dan tidak ada korban jiwa. Kendati demikian, beberapa hari terakhir airnya masih menggenang karena intensitas hujan masih tinggi.
Sebagai antisipasi jangka panjang, dia meminta masyarakat harus menjaga kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan, dan juga menanam pohon agar resapan air lancar. (ara/waw)





