Berpotensi Jadi Pandemi, Virus HMPV Belum Ditemukan di Pamekasan

News114 views

KABAR MADURA | Baru-baru ini virus Human Metapneumovirus (HMPV) tengah merebak di Tiongkok. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menyampaikan bahwa apabila penyebaran virus tersebut bersifat masif, maka berpotensi menjadi pandemi seperti Covid-19.

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin mengatakan, antisipasi penyebaran HMPV itu sudah dilakukan dengan menyampaikan informasi kepada setiap fasilitas kesehatan, khususnya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Menurutnya, virus tersebut sifatnya menular, terutama pada warga yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

“Puskesmas dan rumah sakit memiliki tugas melaporkan, jika ada kasus-kasus yang seperti itu. Tapi, sementara ini belum ada yang suspect HMPV,” jelasnya kepada Kabar Madura, Rabu (8/1/2025).

Virus HMPV ini mirip dengan flu like syndrome, yakni terjadinya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang disebabkan oleh virus. Sehingga, virus ini bisa dilawan dengan meningkatkan daya tahan tubuh serta menggunakan masker.

“HMPV bisa menjadi pandemi, kalau penyebaran massif kemudian menjangkau sebagian besar penduduk di dunia,” ungkapnya.

Saifuddin menjelaskan, secara khusus pihaknya belum membentuk tim khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus itu, tetapi sudah melekat pada tugas dan fungsi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang fokus pada penangan penyakit. Namun, hingga saat ini virus HMPV belum ditemukan di Pamekasan, bahkan di Jawa Timur.

“Dari sisi kesiapan faskes, setiap faskes mumpuni. penyakit ini seperti flu like syndrome, jarang juga yang sampai gawat gitu,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam meminta antisipasi terhadap HMPV segera dilakukan setiap faskes, terlebih bisa dipetakan dengan serius mengenai daerah rawan penyakit, baik virus baru ataupun lama. Sehingga kesiapsiagaan dalam penanganan bisa dilakukan dengan optimal.

“Jadi harus segera melakukan langkah antisipatif, segera perintahkan kepada seluruh faskes untuk bisa melakukan langkah preventif kepada publik dengan sosialisasi, dengan harapan masyarakat Pamekasan bisa selamat dari penyakit ini,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *