KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Achmad Zainullah menyatakan, musim hujan tahun ini tidak akan berlangsung lama.
“Pada tahun 2023, lebih lama musim kemarau dari pada musim hujan,” ujarnya kepada Kabar Madura, Kamis (16/11/2023).
Dijelaskan, hujan yang turun sejak Oktober hingga saat ini dengan laporan beberapa daerah di Pamekasan yang sudah mengalaminya, dipastikan hujan tersebut tidak merata di Kabupaten Pamekasan.
“Sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pamekasan pada tanggal 18 Oktober hingga bulan ini hujannya tidak akan merata, karena intensitas hujannya masih rendah,” ujarnya.
Achmad Zainullah menambahkan, musim hujan akan segera merata perkiraan pada November akhir hingga Desember mendatang, sedangkan puncak terjadinya hujan akan jatuh pada Februari 2024.
Dia menyebut, hal itu terjadi dikarenakan El Nino yang menimpa Kabupaten Pamekasan saat ini. El Nino sendiri dikatakan lebih banyak kemarau dibandingkan hujan yang itu terjadi setiap empat tahun sekali.
“Salah satunya ini terjadi karena El Nino, yakni lebih banyak musim kemarau ketimbang musim hujan,” tambahnya.
Berdasarkan surat edaran dari BMKG yang ada di Pamekasan, dia berharap agar masyarakat waspada atas terjadinya kekeringan. Solusinya ialah segera membuat penadah atau wadah untuk menampung air hujan yang akan berlangsung tidak lama pada musim ini.
Kewaspadaan itu tidak hanya pada penampungan tersebut, namun waspada untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pada musim hujan perlu diperhatikan. Hal itu dikarenakan pada musim hujan kali ini, jika terjadi pada puncaknya, sangat membahayakan.
“Hujan kali ini perlu diwaspadai, dikarenakan nanti akan berbarengan dengan angin kencang,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Hairul Anam





