KABAR MADURA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan memperkirakan tiga kecamatan rawan bencana angin kencang sepanjang musim hujan di Februari 2024 ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, Januari hingga Februari diprediksi akan menjadi puncak musim penghujan. Sayangnya, saat itu pula menjadi hari terlaksananya Pemilu 2024. Tiga kecamatan yang rawan bencana itu antara lain Pademawu, Tlanakan dan Palengaan.
Terkait dengan masa pelaksanaan pemilu, BPBD Pamekasan sering berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, namun tidak sampai membahas titik lokasi yang rawan bencana. Hal itu menjadi gambaran BPBD bahwa penempatan TPS harus di lokasi yang aman dari segala bencana, terutama tanah longsor.
“Saya yakin KPU pasti akan menempatkan TPS di lokasi yang aman dan nyaman, namun jika melihat pada daerah yang rawan bencana, di antaranya terjadi di 3 kecamatan itu,” ungkap Dhofir.
BPBD Pamekasan juga sudah memberikan fasilitas kebencanaan ke KPU Pamekasan berupa tenda sesuai dengan permintaan atau permohonan.
“Sebagai upaya pencegahan bencana, kami sudah berikan pinjaman fasilitas kebencanaan kepada KPU berdasarkan permintaan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Pamekasan Mohammad Halili membenarkan tidak adanya koordinasi khusus terkait pembahasan lokasi rawan bencana. Namun, pihaknya memastikan akan melakukan koordinasi lebih lanjut agar penempatan TPS yang tersebar di 13 kecamatan bisa dilakukan dengan baik sesuai kondisi yang telah diprediksi.
Jika pada pelaksanaan pemilu terjadi bencana seperti hujan dan angin kencang, KPU akan memberikan informasi kepada BPBD Pamekasan untuk segera memberikan penanganan.
“Untuk petugas khusus dari KPU tidak ada, namun kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BPBD dalam membahas bencana ini,” tegasnya
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Wawan A. Husna





