BPBD Pamekasan Miliki 603 Catatan Bencana Alam, Gempa Bumi 4 Kali

News155 views

KABAR MADURA | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat kejadian bencana di wilayahnya cukup tinggi. Terutama sepanjang tahun 2023 yang mencapai 603 bencana alam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi  mengungkapkan data tersebut, Senin (15/1/2024). Dari jumlah tersebut, dibagi terhadap 8 kategori bencana, yaitu sebanyak 321 bencana kekeringan yang tersebar pada 13 kecamatan.

Selain itu, sebanyak 201 kebakaran hutan, 40 bencana tanah longsor, 28 cuaca ekstrem, kategori banjir terjadi 6 kali, kasus bencana gelombang ekstrem dan abrasi 4 kali serta gempa bumi terjadi sebanyak 3 kali. Sedangkan bencana alam dengan kategori tsunami hingga saat ini belum terjadi.

Baca Juga:  BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Air Bersih

Bencana kekeringan merupakan bencana alam yang sering terjadi selama 2023. Hal ini kerap menimpa tiga: Waru 58 kali, Batumarmar dan Kadur masing-masing terjadi sebanyak 51 kali.

Dalam menangani bencana alam, pihaknya mengaku sudah menyiapkan segala keperluan peralatan, seperti perahu untuk bencana banjir dan sejenisnya. Namun dari keseluruhan peralatan penanganan yang sudah ada di BPBD, ada beberapa alat atau bahan yang hingga saat ini masih diusahakan agar dalam melakukan penanganan cepat selesai.

“Kami sudah siapkan segala kebutuhan dalam melakukan penanganan bencana seperti saat banjir, kekeringan dan sejenisnya. Namun masih ada yang kurang yang nantinya akan diadakan sesuai dengan anggaran dari pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga:  Angin Kencang Terjang Pamekasan, 7 Kecamatan Terdampak

Menanggapi itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Imam Hosairi, mendesak BPBD terus membenahi peralatan apa yang dibutuhkan. Itu agar pengajuan anggaran yang dibutuhkan bisa memenuhi segala keperluan dalam melakukan penanganan bencana.

Meskipun dari pemerintah sudah memutuskan anggaran tersebut, pihaknya menjelaskan anggaran bisa digunakan di Februari mendatang.

“Sesegera mungkin peralatan itu disiapkan. Namun, anggarannya bisa direalisasikan pada Februari. Itu pun jika sudah diputuskan,” tegasnya.

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Hairul Anam

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *