KABAR MADURA | Penyerang asing Madura United, Junior Brandao, harus menepi setelah mengalami cedera saat menghadapi Arema FC pada pekan lalu di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan. Cedera itu terjadi sesaat setelah mencetak gol di akhir babak pertama.
Gol yang sempat membakar semangat Laskar Sape Kerrab itu justru dibayar mahal. Usai laga, kondisi Brandao langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cedera otot yang cukup serius, sehingga dia berpotensi absen saat Madura United menghadapi Persib Bandung, Kamis (26/2/2026).
Dokter Tim Madura United Irsyad Ramadhan mengungkapkan, hasil diagnosis terhadap striker asal Brasil tersebut.
“Ditemukan robekan pada otot biceps femoris paha kiri. Tim medis merencanakan terapi PRP (Platelet-Rich Plasma) untuk mempercepat proses pemulihan,” jelasnya, Rabu (25/2/2026).
Dia menjelaskan, terapi PRP bertujuan membantu regenerasi jaringan otot yang mengalami robekan sehingga proses penyembuhan bisa lebih optimal dan terkontrol. Metode ini kerap digunakan untuk mempercepat pemulihan cedera otot pada atlet profesional.
Meski demikian, Irsyad belum dapat memastikan berapa lama Brandao harus menepi.
“Estimasi waktu pemulihan akan kami observasi kembali perkembangannya,” imbuhnya.
Secara medis, cedera robekan otot biceps femoris, yang merupakan bagian dari kelompok otot hamstring, umumnya membutuhkan waktu pemulihan antara dua hingga enam pekan, tergantung tingkat keparahan robekan dan respons tubuh terhadap terapi.
Jika robekan tergolong ringan, peluang kembali bermain bisa lebih cepat. Namun, bila masuk kategori sedang hingga berat, masa pemulihan bisa lebih lama dan memerlukan penguatan bertahap sebelum kembali ke lapangan.
Absennya Brandao tentu menjadi kerugian bagi Madura United. Sejak resmi bergabung pada putaran kedua kompetisi musim ini, dia telah tampil dalam lima pertandingan dan menyumbangkan dua gol. Kontribusinya di lini depan mulai terasa, sehingga kehilangan sementara sang striker bisa memengaruhi komposisi serangan tim dalam laga-laga krusial ke depan. (nur/zul)






