Catatan dari Mina: Di Sini Hilang Semua Status dan Jabatan Sosial

News263 views

Oleh: KH. Taufik Hasyim*)

KABAR MADURA | Setelah kemarin seluruh jemaah haji melontar Jumroh Aqobah dan itu pertanda tahalul awal, maka hari ini jemaah haji akan melontar tiga jumroh sekaligus, yaitu jumroh ula, ustho, dan aqobah.

Perjalanan yang sangat melelahkan dari tenda perkemahan Mina menuju Aqobah yang harus melewati dua terowongan, tak membuat jemaah haji takut untuk melaksanakannya. Justru perjalanan dari tenda jemaah menuju tempat jumroh ini menjadi pelajaran berharga bagi jemaah.

Begitu berangkat, jemaah haji harus saling bahu-membahu sesama teman satu rombongan. Di samping saling menjaga agar tidak lepas, juga saling asah, asih, dan asuh untuk selalu bersama merasakan kekeluargaan yang mendalam.

Demikian juga dengan semua jemaah dari belahan dunia. Kami semua berjalan melewati terowongan sambil melantunkan kalimat takbir mengagungkan nama-Nya, bahwa tidak ada nama yang layak untuk diagungkan oleh seluruh umat kecuali nama Allah SWT.

Di sini hilang semua status sosial dan jabatan sosial, yang ada hanyalah hamba Allah. Kami semua makin percaya bahwa hanya Allah lah yang layak disembah dan dipertuhankan.

Tak terasa, pada saat kami melontar Jumro Aqobah, hati bergetar keras dan tiba-tiba pikiran ini terbayang akan bagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melempar iblis untuk mengusirnya di saat iblis menggoda dan merayu supaya mereka berdua membangkang perintah Allah; agar tidak jadi menyembelih Nabi Ismail.

Namun karena kegigihan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, akhirnya iblis lari dan tidak jadi menggodanya. Hal itu hingga membuat emosi kami naik dan berteriak keras dalam bertakbir saat melontar Jumro Aqobah.

Saat itu pula, hati ini terbayang bagaimana semua manusia harus melawan semua godaan dan bujuk rayu iblis agar tetap istikamah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Seberat apapun perintah Allah, harus dijalankan. Dan senikmat apapun larangan Allah, tentu harus dijauhi.

Salam dari Mina.

*) Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan

Redaktur: Hairul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *