Cerita Inspiratif Hasyim Asyari, Guru Honorer yang Jadi Anggota DPRD Pamekasan dari Fraksi PKB

News252 views

KABAR MADURA | Siapa sangka, setelah belasan tahun mengabdi sebagai guru honorer di pelosok desa, kini Moh. Hasyim Asyari telah resmi dilantik menjadi anggota legislatif Pamekasan. Dia terpilih menjadi wakil rakyat dari Daerah Pemilihan III (Kecamatan Batumarmar, Waru, dan Pasean). Bahkan, saat ini dia dipercaya menjabat pimpinan sementara DPRD Pamekasan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

PAMEKASAN, KHOYRUL UMAM SYARIF

Pria kelahiran 1980 ini tidak serta merta dengan mudah bisa duduk menjabat anggota DPRD Pamekasan. Selain lama mengabdi menjadi guru honorer, ternyata Hasyim juga pernah menelan pil pahit, yakni gagal terpilih menjadi anggota legislatif pada Pemilihan Legislatif atau Pileg 2009 lalu.

“Saya pernah gagal, dunia politik ini bukan hal yang baru bagi saya. Mungkin keberhasilan pada tahun ini berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, karena sudah bermodalkan pengalaman, saya mengambil sikap untuk maju sebagai anggota DPRD Pamekasan dari PKB,” curhatnya, Senin (26/8/2024).

Ayah dari tiga orang anak itu tidak menyangka setelah dilantik menjadi anggota legislatif, dirinya masih ditunjuk sebagai pimpinan sementara DPRD. Maka dari itu, dia sangat berterima kasih pada DPC PKB Pamekasan yang telah mempercayakan jabatan tersebut. Hasyim mengaku, jabatan pimpinan sementara itu tidak pernah terlintas di benaknya. Akan tetapi, karena sudah atas perintah partai, maka sebagai kader harus siap mengemban jabatan tersebut.

“Wakil ketua DPRD Sementara ini merupakan takdir bagi saya, karena saya tidak menyangka dari dulu. Saya memang dari masyarakat bawah, dari desa terpencil yang minim pengalaman, kemudian kualitas pendidikan di desa dulu di bawah rata-rata. Tetapi, ini ada doa yang diterima oleh Allah, doa orangtua dan para guru serta doa yang diberikan oleh tim,” papar alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu.

Hasyim juga bercerita, dirinya mengabdi sebagai guru honorer kurang lebih 15 tahun. Pilihan menjadi guru ini diambil setelah dirinya gagal nyaleg pada Pileg 2009. Dia mengabdi di tiga lembaga sekaligus, yakni MI Nurut Tauhid Robatal Sampang, MI Nurul Jihad Pamekasan, dan MI Mardhatillah Pamekasan.

Baca Juga:  Aksi PMII di DPRD Pamekasan, Tuntut Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Pemerintah

Namun, pada pertengahan 2023 lalu, dorongan untuk maju pada kontestasi pemilihan wakil rakyat mulai santer berhembus, baik dari keluarga, sanak family, bahkan masyarakat secara umum. Berdasar dari itu, Hasyim bertekad maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari PKB.

“Saya tergelitik untuk terjun kembali ke politik, karena di daerah timur (Dapil III Pamekasan), keterwakilan DPRD tidak ada. Ada beberapa desa yang memang tidak ada anggota DPRD-nya, sehingga masyarakat menginginkan saya maju. Atas dorongan dan dukungan kuat dari masyarakat ini, saya istikharah, pamit pada istri, memohon doa restu orangtua, kemudian direstui,” ungkapnya.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu juga mengutarakan, keberhasilan menjadi anggota DPRD Pamekasan ini juga berkat doa dan dukungan semua pihak, termasuk tim pemenangan dan konstituen. Maka dari itu, dia bertekad akan memperjuangkan kepentingan rakyat sebagaimana tugas dan kewenangannya, terutama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Ini amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya,” tukasnya.

Redaktur: Sule Sulaiman

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *