Demi Efisiensi dan Kualitas Layanan, Disdik Sumenep Tutup 27 SD

KABAR MADURA | Lantaran dinilai kurang ideal, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep megambil langkah strategis dalam menata ulang sistem pendidikan dasar. Sejak tahun 2022, sedikitnya 27 sekolah dasar (SD) resmi ditutup dan digabungkan dengan sekolah lainnya.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi mengungkapkan bahwa penutupan dan penggabungan sekolah tersebut tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan. Langkah itu diambil setelah melalui kajian mendalam mengenai jumlah penduduk dan potensi anak usia sekolah di setiap wilayah.

“Total 27 SD yang sudah ditutup dan digabung. Tujuannya agar pelayanan pendidikan bisa lebih optimal dan tepat sasaran,” kata dia.

Baca Juga:  MGMP Sumenep Matangkan 100 Soal SSC 2026, Uji Nalar Kritis Siswa

Menurutnya, kebijakan ini dilakukan untuk menciptakan efisiensi layanan pendidikan serta menjaga keberlangsungan lembaga pendidikan yang proporsional dengan jumlah peserta didik.

Menurut Ardiansyah, idealnya dalam satu kawasan dengan penduduk sekitar 2.000 jiwa, cukup ada satu atau dua sekolah yang mampu menampung anak-anak usia sekolah. Jika jumlah sekolah melebihi kebutuhan, maka akan terjadi ketimpangan jumlah siswa dan kesenjangan kualitas pembelajaran.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Langkah ini bagian dari rasionalisasi. Agar lembaga yang ada tidak kekurangan peserta didik dan mampu menjalankan fungsinya secara maksimal,” imbuhnya.

Baca Juga:  MGMP Sumenep Matangkan 100 Soal SSC 2026, Uji Nalar Kritis Siswa

Data Disdik menunjukkan bahwa jumlah SD di daratan Sumenep mengalami penurunan. Pada tahun 2022 terdapat 661 SD, dan hingga 2025 tinggal 634 sekolah. Namun secara keseluruhan, jumlah SD dan MI di Sumenep masih cukup banyak, yakni mencapai 1.194 lembaga. 

Meski puluhan SD telah ditutup, Ardiansyah memastikan bahwa layanan pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari Dinas Pendidikan, tapi juga dari sekda bahkan bupati Sumenep. Komitmen kami jelas, pendidikan harus tetap menjangkau semua anak-anak Sumenep,” tandasnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *